Indo Player 18 - Nama ane adi (samaran) Ane punya bibi yang udah masuk 30an namanya santy. Doi ini adik ayah ane. Doi punya usaha warung sama suaminya usaha toko elektronik. Kebetulan pas lebaran kemarin ada acara keluarga dan ane ketemu sama bibi. Lama ga ketemu bibi ane rasa makin yahud aja walau anak udah satu. Bibi ane tergolong cantik dan bentuk badan lumayan bagus. Sejak masih belum menikah ane sering maen kerumahnya buat sekedar cuci mata. Cara berpakaianpun style anak muda. Nah pas acara keluarga lebaran kemarin bibi ngeluh kalau warungnya tiap malem tambah rame. Rame karena suaminya pasang layar tsncep buat nobar pildun terus otomatis warung bibi juga ikutan rame. Paling banyak pesenan kopi jadi bibi bolak balik rumah buat bikin kopi. Karena suami juga sibuk keliling servisin tv buat pildun alhasil bibi ane sendirian dirumah kerepotan. Ane inisiatif tuh bantuin bibi dan bibi setuju aja ada yg bantu. Besok malemnya datanglah ane kerumah bibi. Buset rame bener orang pada ngumpul. Entah orang pada sadar atau nggak tapi bibi malem itu pake daster lumayan pendek yg menurut ane sangat menggoda
Rumah bibi ane berada dipojokan kompleks perkampungan alhasil peneranganpun sedikit redup apalagi belakang rumah hanya sebatas lampu kecil seadanya. Ane buatin kopi didapur sementara bibi mondar mandir anter pesenan. Makin malem mskin rame ane dan bibi makin ribet. Kondisi dapur yg sempit karena baru renovasi membuat ane beberapa kali bersenggolan dengan bibi
Kadang sikut ane yang nyenggol dadanya atau kadang otong ane yang nyenggol bokongnya. Lama kelamaan ane tegang juga apalagi tingkah bibi ane genit manja tiap kesenggol.
"Ihh sengaja ya itu senggol-senggol" kata bibi
"Kagak sengaja bi, lagian dapur sempit amat" jawab ane
"Tapi situ seneng kan" balas bibi
"Rejeki mah jangan ditolak hahaha" tutup ane setelah bibi ngeloyor pergi.
Waktu ane kebelakang ambil air dan balik kedapur, karena agak gelap ane kagak sengaja nabrak bibi dan karena kaget bibi sontak limbung kebelakang nabrak teko di meja. Teko yg berisi air panas tumpah sebagian mengenai bibi dari perut kepaha sementara air yg ane pegang tumpah kecelana ane dan sebagian dada bibi. Bibi mengaduh kepanasan otomatis ane langsung pegang tu paha ane gosok dan tiup perlahan
"Kamu gimana sih" kata bibi
"Maaf bi kagak sengaja lagian bibi ngagetin sih tiba" di belakang"
Ane gosok terus itu paha dan bibi cuman diem aja. Iseng ane gosok paha agak keatas bibi diem aja. Lama" terus keatas pas mau sampai celana dalam bibi nyeletuk
"Mau sampe mana tu tangan?"
"Sampai sini" ujarku yang masih ngelus diujung paha. Sesekali ane gesekin tangan ane keujung vagina saat mengelus. Bibi diam aja ane lakuin itu. Lama kelamaan ada cairan basah di cd bibi dan bibi ketahuan mendesah kecil saat aneh ngelus paha. Kepalang tanggung ane nekat kerjain tuh vagina. Ane lucutin cdnya kemudian ane mainin vagina bibi. Setelah beberapa saat ane masukin jari tengah kedalam vagina. Bibi hanya melenguh.
"Ohh.. Di kamu ngapain sih. Emhh"
"Bantuin bibi to" jawab ane sambil terus mainin vagina bibi. Saat ane liat keatas karena ane jongkok, ane liat ekspresi bibi udah penuh birahi sambil mainin payudaranya sendiri. Anepun berdiri balikin badan bibi kemeja dapur sehingga ane dibelakang bibi. Ane mainin lagi vagina bibi sambil gesekin penis abe dipantatnya dan tangan ane satunya meremas payudara bibi.
"Emmhh.. Ohhh di jangg an di" kata bibi
"Kenapa bi?" Jawabku sambil makin cepet ngocok vagina dan gesekin penis ane
"Diluar banyak orang tuh. Achhh... " bibi sedikit berteriak sambil nutup mulutnya saat kelentitnya ane kerjain. Beberapa saat bibi diam hanya mendesah dan menggeram menahan birahinya. Vaginanya makin becek. Tak ingin berlama ane buka rersleting celana ane.
Tiba-tiba pintu depan diketuk pelanggan warung yang mau pesen kopi.
Bibi yang kaget tersadar menyudahi pemanasan kami dan segera membuat kopi untuk diantarkan kewarung depan meninggalkan cd yg tergeletak dilantai dan ane yg masih kentang.
Sesaat kemudian bibi datang lagi kedapur dengan muka merah.
"Udah bi?"
"Udah"
"Kok sepi? "
"Lagi pada serius liat bola tuh"
"Bibi kok mukanya merah? "
"Ini nganter kopi daster bibi belom kering bener"
"Mana ga pake cd lagi" tambahku sambil cengengesan.
"Hushh" jawab bibi sambil melotot.
"Bi lanjutin yuk" tantangku
"Ih lanjut apaan? " cegah bibi
"Yg tadi" lanjutku sambil mendekat kebibi.
"Jangan ah diluar banyak orang tuh"
"Kan diluar, didalem kan sepi" tanpa menunggu lama segera kucium bibi dengan penuh nafsu. Bibi hanya mendesah sambil berusaha menolak pelan. Terus kucium dan tanganku kembali bergerilya ditubuh bibi. Kucium payudara bibi kumainkan kiri kanan. Kuremas dan kujilati putingnya tanpa ampun. Kugigit kecil payudaranya yg membuat bibi mengerang kecil. Tak berapa lama bibi terlihat pasrah dan tak ingin kehilangan momen segera kukeluarkan penis yg daritadi dikentangin. Kududukkan bibi dan kuarahkan penisku kedepan wajahnya. Bibi melihat sesaat kemudian menggenggam dan mengocoknya pelan. Tak tahan kudorong penisku kemulut bibi. Bibi pun mau mengulum penisku dengan lahapnya. Sementara bibi mengulum tanganku sibuk memainkan vaginanya.
"Oghh... Slrpp slrpp enyakk oghh.. " bibi meracau menikmati penis dan vaginanya dikocok cepat. Kuluman bibi sungguh nikmat. Tak ingin cepat keluar kusudahi acara kulum ini. Bibi kududukkan dimeja dapur dan bersiap kucoblos vaginanya. Dengan penis kugesek sebentar kelentitnya lalu kumasukkan penisku perlahan. Kulihat wajah bibi meringis menahan nikmat. Setelah masuk semua segera kukocok pelan penisku. Bibi hanya mendesah sesekali ikut menggoyangkan pinggulnya.
"Achhh... Enak di emhhh... "
"Iya bi, Ohhh memek bibi legit banget"
"Uhhh yeah terus di, disitu ihhh" bibi berteriak kecil saat kusodok dengan keras tiba tiba
"Jangan keras keras ihh. Diluar banyak orang tau"
"Iya bawel ah" sambil kuturunkan dari meja dan kusuruh bibi nungging untuk doggy style. Setelah menungging kulihat vaginanya sebentar dan tak tahan segera kujilati vaginanya. Cukup lama kumainkan vaginanya dengan jari dan lidah.
"Ahh... Di apaan sih gausah kebanyakan gaya deh ahhh" sergah bibi
"Iya bawel amat sih"kusudahi aksiku lalu langsung kusodok vaginanya dan kukocok penisku dengan keras dan cepat
"Achhh auhh.. " bibi hanya mendesah dan menutup mulutnya takut terdengar keluar. Disela sela sodokan kukerjai lubang anus bibi. Bibi makin mengerang saat anusnya kumainkan.
"Ihh jangan dimainin ahh. Cepetan di keburu suami bibi pulang, orang diluar juga rame"
"Iya bi tenang aja. Nikmati dulu" Wah bisa dianal nih pikirku dalam hati.
Sensasi main sama bibi dirumah dan rasa takut kalau ada yg masuk rumah karena diluar ramai orang membuatku merasa ingin muncrat
"Bii aku mau keluar nih"
"Barengan achh.. " jawab bibi
Segera kupercepat kocokanku dan dan kuremas payudaranya dengan cepat.
crettt
"Ahhh... Bi aku keluar"
"Ehhmmm.. Ahh bibi juga di"
Aku dan bibi keluar bersamasaan. Setelah beberapa saat kucabut penisku dan bibi segera terduduk. Kuarahkan penisku kewajah bibi. Dikulumnya penisku hingga bersih. Setelah beberapa saat kita berdua duduk untuk mengumpulkan tenaga dan sedikit ngobrol
"Bi, kenapa tadi mau sama aku? " tanyaku
"Gpp, lagi horny aja" jawab bibi
"Kok bisa? "
"Ini daster sering bibi pakai saat lagi main sama suami bibi. diliatin banyak orang pake ini daster jadi horny bibi. "
"Ohh gitu besok lagi ya bi hehe" pintaku
"Ihh maunya" jawab bibi sambil cubit lenganku
Kamipun segera merapikan pakaian dan bersiap kembali kewarung untuk ikut nonton pildun. Saat bersiap keluar bibi sedang mengambil makanan kecil untuk dibawa kewarung. Karena posisinya agak menungging dengan isengnya ane tepok tu pantat.
"Ihh ga sabaran amat sih baru juga selesai" jawab bibi
Kitapun segera keluar ikut nongkrong dengan yg lain. Saat ane keluar sama bibi kebetulan suaminya baru datang sehabis servis tv tetangga.
Setelah kejadian malam itu beberapa hari ane dan bibi berusaha bersikap wajar. Walau dalam usahanya ane dan bibi kadang saling lirik dan pandang yg buat ane makin penasaran sama bibi. Setelah kesibukan dirumah selesai ane langsung tancap gas kerumah bibi, bermaksud membantu bibi dirumahnya. Sesampainya dirumah ternyata bibi dan suaminya sudah mempersiapkan segala kebutuhan yg diperlukan. Jadi saat ada pelanggan datang pesanan bisa cepat dibuat. Warung kelontong bibi disulapnya jadi bak warung kopi kecil-kecilan pelengkap acara nobar. Waktu ane datang terlihat semua sudah terselesaikan. Ane ditugasi bantu jaga warung karena suaminya mau istirahat dulu setelah beberapa hari kemarin lembur servis tv dan kurang tidur. Kick off pertandingan sepak bola dimulai menjadi tanda ramainya warung. Banyak yang pesen kopi dan makanan kecil.
Setelah pesanan terpenuhi ane dan bibi duduk santai ikut menikmati pertandingan. Waktu itu bibi mengenakan kaos dan rok pendek selutut. Terlihat pas dan sexy. Arens nobar berada dibelakang warung sementara warung bagian depan sudah ditutup dan pintu belakang yang tertutup sebagian membuat ane berpikiran iseng. Bibi bersandar pada pintu yang tertutup bagian bawahnya dan bagian atas tetap terbuka lebar. Ane mendekati bibi yang posisinya agak menungging. Memeluknya dari belakang dan tangan mengelus pahanya. Bibi sedikit kaget dan berbisik
"Ihh apaan sih di" kata bibi sambil berusaha melepas pelukanku
"Kangen yang kemarin bi" jawabku
"Jangan di, banyak orang tuh didepan lagian suami bibi dirumah"
"Kan lagi pada nonton. Suami bibi juga lagi tidur"
"Jangan ah. Lepasin"
Dengan nekat ane tarik bibi kedalam warung dan cium bibi dengan sedikit remasan dipayudaranya. Beberapa saat kemudian ane lepas ciuman dan setelah yakin bibi terbawa suasana, ane balikin lagi bibi kepintu seperti posisi semula. Ane jongkok dibalij pintu dan pelorotin cd bibi yang sedang sedikit nungging. Kuangkat roknya dan cdnya ane lepas. Terlihat sedikit basah divaginanya. Ane mainin vagina bibi mulai dari usap itil hingga kocok dengan jari. Diatas sana wajah bibi terlihat memerah dan menggigit jarinya sendiri untuk menahan nafsunya. Puas dengan jari ane ganti dengan jilatan. Awalnya bibi agak tersentak kaget karena jilatan ane. Tangan kanannya memegangi kepala ane menolak dijilati.
"Di jangan di. lepasin nanti ada orang yang lihat"
"Tenang aja bi ketutup pintu ga ada yang liat" jawabku sambil menjilati vagina dan memainkan lubang anusnya.
"Sshhh... Auhhh jangan di"desis kecil bibi
Terus kujilat dan kumainkan dua lubang bibi hingga akhirnya bibi orgasme.
"Ssshhh... Ahhh di" kata bibi pelan menahan nikmat. Jika ada yang melihat ekspresi saat bibi orgasme saat itu mungkin bibi akan langsung diperkosa rame rame. Setelah gelombang orgasmenya reda ane segera berdiri dan ikut bersandar di pintu disamping bibi. Aku dapat dua kali tepukan keras dipundak dan satu cubitan di lengan.
"Kamu ini nekat banget sih" kata bibi sedikit melotot.
"Tapi enak kan? Hehe" kataku
Bibi mengalihkan pandangannya. Ane yang sudag tegang segera melepas retsleting celana dan melorotkan cd minta jatah.
"Bi, gantian dong" kataku sambil kuraih tangan kiri bibi dan mengarahkannya kepenisku.
Bibi tidak menolak, dengan pandangan tetap ke pelanggan yang asyik nonton bola tangannya juga asyik mengelus batang penis dan bola ane. Ane hanya bisa melenguh pelan menikmati elusan dan kocokan bibi.
"Uhh bi enak bi. Terus bi" bisikku pelan sambil berusaha meremas payudaranya. Melihat usahaku bibi segera meremas penisku dengan keras sambil melotot.
"Achh sakit bi"kataku pelan
"Mau orang lain liat?" Kata bibi khawatir ada orang lain yang lihat karena pintu hanya menghalangi sebatas perut. Ane nyerah dan kembali menikmati tangan bibi.
Sedang enak-enaknya diservis bibi tiba-tiba datang anak bibi yang baru pulang dari mengaji dimasjid. Tak ingin ketahuan bibi segera keluar warung dan mengantar anaknya kerumah meninggalkan ane yang masih kentang. Sambil menunggu bibi ane duduk" dan melanjutkan pekerjaan bibi yang tertunda. Tak berapa lama bibi balik dan langsung masuk kewarung
"Kocok terus itu sampe kering" celetuk bibi
"Bibi sih maen pergi aja" jawabku
"Kamu mau kita ketahuan ya? Sini berdiri dekat pintu" lanjut bibi
"Mau ngapain bi?"
"Udah buru"
Akupun berdiri mendekat kepintu dan bibi langsung jongkok melorotin celanaku dan mulai mengulum penisku.
"Sshhh uhh yah bi enak terusin. Anak sama suami gimana bi?"
"Mereka pada tidur"
"Bi tadi kerumah gapake cd ya?"
"Mana sempet"
"Gimana rasanya bi ngelewatin banyak orang gapake cd?" Tanyaku
Bibi hanya membalas dengan menggigit kecil dan sedotan keras pada penisku.
Aku hanya bisa diam menikmati dan tak berkata kata lagi.
Kuluman bibi sangat nikmat. Lidahnya menari-nari disetiap sisi penisku. Habis dijilat dan dimainkannya kepala penisku. Tak tahan kuraih kepala bibi dan kumaju mundurkan kebih cepat. Dibawah sana bibi ternyata juga memainkan vagina dan payudaranya sendiri.
Aksi kulum ini tak berlangsung lama. Merasa ingin muncrat segera kukode bibi.
"Bi mau keluar"
Bibi hanya mengangguk dan mempercepat kulumannya. Tak berapa lama tibalah saatnya. Achhh.... Crot crot crot..
Cukup banyak sperma yang keluar di mulut bibi. Bibi segera menelannya dengan lahap. Di bawah sana bibi ternyata juga mengalami orgasme. Sesi kulum ini berakhir bersamaan dengan ditiupnya peluit tanda berakhirnya pertandingan sepak bola. Kami segera bersiap-siap untuk jadwal bola berikutnya






