Bantuin Antar Galon Jadi Bisa Ngentot Kakak Pacarku Yang Binal

Indo Player 18 - Cerita ini berawal dari sebuah galon air isi ulang. Kejadian yang sungguh buat aku yang tak terlupakan.

Hari itu seperti biasa cewek ku meminta tolong untuk mengantar air isi ulang ke rumah kakaknya yang jarak tidak sampai 4 rumah. Karena merasa cowok sendiri di rumah cewek ku maka aku bersedia. Dengan sigap ku kuangkatlah galon itu menuju rumah sang kakak.
Setibanya di rumah kakak itu, kupanggil namanya berulang ulang ternyata tidak ada jawaban sedikitpun. Bahkan sedikit menggedor pintu depan. Dengan sedikit rasa penasaran kuberanikan diri menuju jalan kecil disamping rumah kakaknya itu.
Sesaat sebelum menuju jendela kamar kakaknya terdengar suara yang tidak asing buat aku. Seperti suara desahan yang di film blue yang sering aku tonton. Dengan sedikit mengendap endap aku menuju jendela kamarnya dengan mencari celah untuk mengintip. Dan seperti apa yang aku bayangkan ternyata kakak itu sedang bermasturbasi dengan sebuah alat yang aku lihat dengan seksama adalah sebuah alat pijat punggung. Yang selama ini sering aku pakai untuk memijit punggung ketika aku bermain dirumah itu.

Semakin terasa menderu nafasku saat melihat goyangan pantatnya yang sedikit terangkat ketika terdengar suara dengungan alat pijat itu. Terdengar sedikit keras lenguhan kakak itu ketika pantatnya naik turun mengikuti putaran alat itu. Cukup lama aku menunggu nya dengan keadaan "adik kecil" ku semakin mengacung keras tak jelas. Seperti suara pekikan sedikit tertahan akhirnya kakak itu selesai melakukan masturbasinya. Dan dengan secepat kilat juga aku menuju pintu depan lagi dan kembali mengetuk pintu. kali ini dia mendengarnya dengan wajah sayu dan rambut sedikit acak-acakan dia membukakan pintunya. "kok lama mbak bukanya?" tanyaku sedikit menggoda. " Iya om, tadi tiduran sebentar".. haahaa ketauan bohongnya dalam hatiku menjawab. (sedikit penjelasan mbak ini adalah istri dari seorang pelaut, jadi tahu sendiri seberapa besar menahan syahwatnya..).

Bantuin Antar Galon Jadi Bisa Ngentot Kakak Pacarku Yang Binal

Beberapa hari kemudian aku memang sengaja ingin mengantar air galon ke rumah sang kakak itu. Pas kebetulan juga memang si kakak pesan. Segera meluncur aku kerumah itu dengan harapan bisa melihat momen itu lagi. Karena cuaca hari itu memang sangat mendukung dikarenakan dingin dan hujan. Sesampainya di depan pintu rumah aku mencoba membuka pintu rumah dan ternyata tidak dikunci. Segera masuk lah aku dengan mengendap dan ingin segera berlari menuju jalan kecil itu. Tapi alangkah kagetnya aku ternyata kakak itu bermasturbasi dengan keadaan pintu kamar tidak terkunci. Lama ku melihat kejadian itu, yang membuat "adik kecil" ini mengeras serasa mau keluar dari kandangnya. Entah setan dari mana aku kunci pintu depan dan masuk kekamar kakak itu, dan betapa kagetnya dia melihat aku.

"tenang kak.. aku hanya ingin sedikit membantu" omongku.. dengan tanpa aku ijinkan kakak itu menjawab aku langsung menjongkokkan diri untuk melumat habis vaginanya.

"sssttt... ssshhh" kini hanya terdengar suara itu meskipun dengan sedikit menahan kepalaku yang akhirnya dia melepaskan juga.
"teruss dik.. ssshh... it.. tuu dikk.. sedoot yang kenceng.. ssshhhhttt.... ohhh" sambil memegang kepalaku dan mendekatkan memeknya ke wajahku.

Terasa jembut yang sedikit lebat dan aroma yang khas, semakin kusedot "kacangnya" smakin naik pantatnya dan desahannya. Dan sedikit demi sedikit kumasukkan jariku kedalam liang memeknya. "ssshh.. ooohhh.... diikk...ahhh.. kakak mau .. ahhhh... ". Semakin kupercepat jariku bermain di memeknya.
Dan akhirnya dia memekik panjang " ahhhhh.... shhiiitttt... oohh.." dengan keadaan pantat terangkat dan tubuh bergetar dia mengeluarkan cairan kewanitaanya dan juga seperti air kencing. Seketika itu pula dia lemes dan sedikit kejang karena mengalami orgasmenya.

Kemudian aku bangkit dan tersenyum kemudian meninggalkan nya karena dalam pikiranku saat itu aku belum berani menidurinya. Disaat mau keluar menuju dapur kakak itu mengejarku dan menciumiku dengan nafsunya. Meskipun dia sedikit terengah engah. Dipojokkan aku sehingga membentur dinding dekat kamar mandi. Dengan nafsu dia menjilati leherku, semakin turun dan setelah hampir menyentuh resleting celana jeansku dia menatap aku lagi dengan tatapan yang nakal. Dan aku balas dengan anggukan,
Segera dia buka celanaku, dan dengan sangat nafsu dan rakus dia menyedot dan mengulum semua kontol ku.
Hanya terpejam ak merasakan sensasi itu., "dik.. sudah lama kakak ingin ml. tapi kakak takut ketahuan. sekarang terserah kamu dik mau apain kakak" celotehnya di saat mengulum kontolku. Tanpa memperdulikan omongannya kutekan kepalaku untuk lebih kenceng menyedot kontolku. Dia lubas abis sampai ke buah zakarnya.
"ssshhhhh....(sambil mengocok kontolku) kontolmu enak dik.. gurihh.. sshhh..." aku hanya bisa tersenyum.
dia lalu mendorongku lagi menuju sebuah tangga. Kemudian memelorotkan celanaku.
Tak lama kemudian dengan wajah yang binal dan rambut yang terurai dia mengarahkan toketnya yang sedikit toge ke mukaku. Tanpa pikir panjang ku jilati toket itu meskipun puntingnya sedikit coklat karena maklum anak satu. ""ssshhh.. ouuuhh.. teruusss.. seddoott.. aahh.. ayoo sayang.. ssshhhhh".
Semakin panjang desahannya dan semakin meracau dia.

Dia berbisik nakal "masukkan ya dik kontolnya ke memekku.. "sambil memegang kontolku dan mengarahkannya ke memeknya.
Dengan gaya duduk yang toketnya tetap di wajahku dia naik menggoyangkan pantatnya dan menggoyangkannya.

Meskipun dengan sedikit menahan sakit di penis ku, aku tapi sangat menikmati sensasi ini. “sshhh… aahhh.. ennnakk dikk..” kakak itu semakin mempercepat gerakan dan semakin tidak karuan goyangannya. Semakin terlihat keringat yang mencucur di tubuh kakak cewekku itu. Dengan sedikit menahan goyangan pantatnya, aku menggendongnya menuju arah meja dapur. Sekarang posisi kami berpindah, dia berada tepat di didepan dengan kaki melingkar di pinggangku. Kubuka lebih lebar kakinya agar memeknya terlihat jelas, terbesit di pikiranku untuk mencoba anal. Aku berlari kecil menuju kamarnya dan mengambil botol handbody dan mulai mengoleskannya ke penisku. Dia kaget “kamu mau ngapain dik?..” tanyanya.. “aku ingin lebih sedikit variasi kak..”.

Aku berfikir dia akan menolaknya, namun alangkah senangnya hatiku saat dia malah member akses lebih ke lubang pantatnya “ iya dik.. aku juga ingin mencoba nya.. tapi pake kondom aja dik .. ambil diatas lemari ..” dengan segera ku berlari untuk mengambil kondomnya.

Setelah terpasang semua dia sedikit membantu dengan posisi miring diatas meja makan. “pelan pelan dik.. ssshhhtt.. ohhh… kocok pelan pelan ssshhhh… “ aku sidikit demi sedikit merangsek masuk ke lubang itu dan setelah separuh masuk kucoba kocok penisku maju mundur di lubang itu. “sshhhtt.. ohhh .. aahhhh.. shhiittt.. yesss.. come on dik lebih kenceng..” rengeknya.. semakin kupercepat gerakan ku. Tanpa sadar pula aku mulai merasakan nikmat yang luar biasa. Keringat kami semakin bercucuran dengan pemandangan pantat yang lumayan putih bersih.

Namun itu tidak berlangsung lama, yang kemudian terasa panas di sekitar penisku. Segera kugendong dia lagi menuju kamarnya dan dengan segera kutancap penisku lagi di memeknya. “ahhh.. ohhh… diikk.. ooohhh… “ dia semakin meracau. Dia semakin keras menggenggamku, “ohh.. diikk.. akkkuuu.. oohhh.. lebihh.. cepeettt .. ahhh….” Tak lama kemudian dia mengeluarkan penisku dari memeknya yang diikuti semburan seperti air kencing dan dengan badan yang seperti bergetar dengan hebatnya. Wajahnya terlihat semakin lunglai namun semakin membuat nafsu karena semakin menggoda. Tak kubiarkan lama dia menikmati sisa sisa orgasmenya segera ku masukkan penisku lagi. “ahh.. mbak…” dia semakin menjadi jadi gerakannya, dengan segera kuputar posisinya yang sekarang dia diatasku. Dari situ terlihat ke eksotisan tubuhnya dan bentuk payudaranya yang indah. Segera dia menggoyangkan pantatnya lagi., “aahhhhh… diikkk.. kontolmu nikmat bangett… ahh.. mentokk .. ssshhh….. ohhhh…. “ sebuah racauan yang semakin membuatku bernafsu. Aku juga mengikuti gerakannya pantatnya, yang tak lama kemudian serasa bergetar tubuhku. Dia seperti mengetahui kalau aku mau mencapai titik kepuasanku. Dicopotlah kondom yang aku pakai dan segera dia sedot penisku dengan rakusnya. Tumpahlah semua lendirku di mulutnya. Dia sedot habis semuanya, sehingga minyak dari kondom itu seperti ikut hilang juga. Dia bersihkan semuanya. Semakin terlihat betapa kakak itu begitu menginginkan hal ini. Kami lunglai bersama diikuti hujan yang semakin deras. Dia berbisik mesra, “ terima kasih ya dik., kalo suatu saat kakak minta itu lagi gimana dik?” “dengan senang hati kak…” Segera kubersihkan semuanya dan memakai semua pakaianku dan kembali lagi kerumah cewekku dengan disertai ciuman mesra di bibir olh kakaknya. Terima kasih kak..