Indo Player 18 - Aku tinggal bersama bude sedang suaminya adalah pelaut yang sering tidak pulang . aku tinggal bersamanya karena aku kuliah dikotanya . ibuku pun menyuruh aku untuk tinggal bersama dia untuk menemaninya Cerita ini bermula ketika tak sengaja aku melihat budeku sedang memainkan memeknya pagi itu. ya tak sengaja, karena mungkin bude mengira aku sudah berangkat kuliah. Rumah sudah sangat sepi, pukul 10.00 kalau tidak salah. Waktu itu aku kebelet kencing banget. keluar dari kamar, aku mendengar suara aneh, seperti desisan dan rintihan. pelan kudatangi ruang tv itu, dan kakiku terasa lemas. karena waktu itu budeku har nampak sedang mengakangkan pahanya tangannya asyik memainkan memeknya yang berjembut sangat tebal, tangannya yang satu meremas dan memainkan puting susunya. wajahnya yang ayu nampak sangat bergairah, ahhh belum pernah kulihat bude har seayu itu, matanya merem mulutnya mendesis, dan kakinya menyepak kesana-kemari seiring dengan permainan jarinya yang kelihatan mulai basah kuyup itu.
ohhhhhhh, ssssssssh ahhhhhhhh desisan itu berulang kali kudengar. pelan-pelan aku merunduk dan mendekat kearah meja di ruang tv itu. dengan jelas aku melihat dalamen memek bude har yang mulai mekar kemerahan, bibir luarnya nampak menjambal tebal. ahhhhh
inikah yang dinamakan lobang kenikmatan itu, pikirku dengan menelan ludah dan menjaga debur jantungku yang seperti genderang mau perang. Semakin mendekat semakin jelas terlihat sosok memek budeku, basah dan tangannya itu dengan ritmis memainkan itil yang mengkilap kaya neker kecil itu.
ohhhhhhh
.har
uhhhhhhhh har desisnya sambil memainkan itil itu dengan irama yang konstan. aku terkejut, karena bude menyebut-nyebut namaku dalam permainan tangannya. ahhhh, kenapa namaku yang disebut bukan nama pakde. tapi persetan, aku juga mulai bergairah melihat bude semakin intens memainkan tangannya dilubang kenikmatan itu. jembut yang lebat itu sudah penuh dengan cairan yang membusa, dan wajah bude kulihat semakin memerahhh, sementara tangan yang memainkan puting susunya terlihat tidak lagi meremas tapi menarik dan memelintir bulatan puting yang kian keras dan besar itu.akupun mengambil hp untuk mengabadikan moment berharga ini
ohhhhh har
.cepat, genjot memek bude yahhhhhhh desisnya purauuuu. aku semakin kamitenggengen melihat gerakan-gerakan pinggul bude, yang kadang naik kadang meredut dan kadang mengejang dengan keras itu. secara naluriah tanganku masuk kedalam sarung yang kupakai, dan memainkan burungku yang juga sudah keras itu, aku spontan tertular melakukan masturbasi bersama bude. pelan-pelan kuturunkan sarungku, kemudian kumainkan burungku mengimbangi gocekan tangan bude dimemeknya. kalau bude mendesisi kupercepat kocokan burungku begitu terus sampai giuran-giuran nikmat mulai membuncah. aduhhhhhhh har
.enakkkkk ya terussss seru bude sedikit mengagetkanku, kulihat wajah bude mulai memerah, memeknya sudah membuncah berbusa, tangan bude tidak lagi mengelus melainkan mulai masuk, kulihat jari telunjuk bude mulai mengait-ngait memeknya, menusuk dan mengongkel, mengilik dan menggoser menimbulkan bunyi dencit yang dibarengi dengan erangan berat dari bude. ahhh aku pun mulai mempercepat kocokanku, rasa enak yang sangat mulai menghampiri permukaan kepala jamurku, yang juga semakin mengembang dan berkilat.
Kembali bude berteriak aduhhhhhh har, aduhhhhhh matik aku enakkkkkkk yang dibarengi dengan hentakan-hentakan pinggul keatas, matanya tetap terpejam, sementara tangan yang satunya tidak lagi meremas buah dada sekal itu, tapi mulai melintir dan menjumput puting dada itu. tidak sampai semenit dari adegan itu, bude lalu menjerit sejadi-jadinya sambil berkelejotan, pinggulnya menggeloyor dan menghmemeknya membanjir cairan kenthal yang amat banyak, kaya air kencing. aku cuma mlongo sehingga lupa diri, bahwa aku duduk persis dibelakang meja yang hampir tidak berjarak dengan posisi bude duduk menggelosoh.
Aku pun segera keluar rumah takut ketahuan apalagi anaknya yang smp biasanya pulang jam 12 siang .sorenya aku balik ke rumah bude kulihat anaknya sudah datang.
"eh.. andi lgi ngapain nih"
"eh .. mas hari , baru pulang kuliah mas ."
Iya nih mas lagi belajar main gitar besok mau ujian music "
"ya udah klu gitu aku mau mandi dulu ya...."
Akupun segera ke kamar mandi , ketika sedang asyik mandi aku merasa ada yang mengintip.aku mengira sudah pasti ini bude har. Ketika aku menyabuni kontol ku perlihatkan di lubang kunci sambil ku kocok berlahan ketika sudah sampai ukuran maksimal kuhentikan lalu aku segera mandi dan berhandukan dan langsung keluar. Kulihat ada orang berlari menjauhi kamar mandi akupun langsung ke kamar.
Malam itu aku menyusun rencana uk dapat menaklukkan bibi. setelah selesai makan malam bude langsung masuk ke dalam kamarnya.kulihat anaknya pun langsung masuk ke kamar . akupun segera menyusul bude. Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya yang kebetulan tidak dikunci. Sambil mengintip ke dalam, di dalam kamar tidak terlihat adanya bude, tapi dari dalam kamar mandi terdengar suara air disiram. Rupanya bude berada di dalam kamar mandi, aku pun dengan berjingkat-jingkat langsung masuk ke kamar nya. Aku kemudian bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya.
Selang sesaat, bude keluar dari kamar mandi. Setelah mengunci pintu kamarnya, dia mematikan lampu besar, sehingga ruang kamarnya sekarang hanya diterangi oleh lampu tidur yang terdapat di meja, di sisi tempat tidurnya. Kemudian bude naik ke tempat tidur. Tidak lama kemudian terdengar suara napasnya yang berbunyi halus teratur menandakan dia telah tertidur. Aku segera keluar dari bawah tempat tidurnya dengan hati-hati, takut menimbulkan suara yang akan menyebabkan bude terbangun.
Kulihat bude tidur tidak berselimut, karena biarpun kamar memakai AC, tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak terlalu dingin. Posisi tidur nya telentang dan hanya memakai baju daster merah muda yang tipis. Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut, sehingga terlihat CD mini yang dikenakannya berwarna putih tipis, sehingga terlihat belahan kemaluannya yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan. Buah dada bude yang besar tapi padat itu terlihat samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan teratur.
Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bude terlihat mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat. Aku langsung melepaskan sarungku dan kaosku hingga aku telanjang bulat, kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri dengan gagahnya, siap tempur. Perlahan-lahan kuberjongkok di samping tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bude yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD. Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bude dan juga bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.
Terlihat bude agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin bude sedang mimpi, sedang becinta dengan aku. Aku melakukan kegiatanku dengan hati-hati takut bude terbangun. Perlahan-lahan kulihat bagian CD bude yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bude sudah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan. Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu.
. Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. . Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian perlahan-lahan aku menggunting CD mini dengan gunting yang terdapat di sisi tempat tidur nya.
Sekarang kemaluan nya terpampang dengan jelas tanpa ada penutup lagi. Perlahan-lahan kedua kaki bude kutarik melebar, sehingga kedua pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bude. Kedua lututku melebar di samping pinggul bude dan kuatur sedemikian rupa supaya tidak menyentuh pinggul bude. Tangan kananku menekan pada kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bude, sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas bude.
Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bude yang telah basah itu. Kepala penisku itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan . Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bude dan badannya agak mengeliat, tapi matanya tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan .
Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan bude. Dari mulutnya tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum bude sadar, aku sudah harus menaklukan kemaluannya dengan menempatkan posisi penisku di dalam lubang vagina nya. Sebab itu segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada kemaluannya. Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bude.
Kelihatan sejenak kedua paha bude bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluanku. Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru kudekap mulut nya agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pantatku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bude dengan cepat.
Badan bude tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan, sedangkan kedua tangannya otomatis mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan tangan kiriku.
"Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!" desahnya tidak jelas.
Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bude sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.
Meskipun bude merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena gerakan-gerakan bude dengan kedua kakinya yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vaginanya terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vaginanya. Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.
Karena sudah kepalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku menekan dengan rapat ke atas badannya, kepalaku kuletakkan di samping kepalanya sambil berbisik kekuping nya
"Bude.., bude.., ini aku haryo. Tenang bude.., sshheett.., shhett..!" bisikku.
Bude masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap mulut bude, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.
Perlahan-lahan badan bude yang tadinya tegang mulai melemah.
Kubisikan lagi ke kuping bude "Bude.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bude, asal bude janji jangan berteriak yaa..?"
Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut bude.
Kemudian Bude berkata, "har., apa yang kau perbuat ini..? Kamu telah memperkosa Bude..!"
"kan ini yang bude mau,karena tadi siang aku melihat bude ngocok sambil menyebut namaku"
"apa kamu melihat semuanya, bukannya kamu kuliah"
"makanya sekarang bude kita saling memuaskan ,oke"
Diapun mengangguk perlahan maka kumulai lagi gerakan pinggulku mulai memompa lagi dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bude, terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.
Rupanya meskipun wajah bude masih menunjukkan perasaan risih melayaniku, akan tetapi reaksi badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai terangsang itu. Melihat keadaan bude ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi.
Akhirnya dari mulut bude terdengar suara, "Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm..,har..!"
Dengan masih melanjutkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu pada tempat tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun, seperti orang yang sedang melakukan push-up.
Dalam posisi ini, penisku menghujam kemaluanku dengan bebas, melakukan serangan-serangan langsung ke dalam lubang kemaluannya. Kepalaku tepat berada di atas kepalanya yang tergolek di atas kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bude yang sedang meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara mendesis-desis. Kuputar badan bude ,tanpa membuat kemaluanku lepas dari kemaluannya "gentian bude yang diatas"
Aku terus menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa bude sudah mau klimaks. Bude tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya padat itu bergoyang-goyang di atasku.
Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul bude yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku sebentar terlihat sebentar hilang ketika bude bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vagina bude, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.
Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bude tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bude terlihat senyuman puas.
"Har.., terima kasih har Kau telah memberikan Bude kepuasan sejati..!"
Setelah beristirahat, aku segera keluar kamar karena takut anaknya bangun.
"har ini rahasia kita berdua loh yaa"
"beres bude asal bude mau melayaniku terus saja"
Sejak saat itu kami terus melakukanya selama ada kesempatan. Sekitar 1bulan setelah kejadian itu suaminya pulang dari kapal pesiar.Sayapun hanya bisa menikmati tubuh bude selama 1 bulan saja.saya pun kembali fokus ke kuliah.
Keberuntungan saya dapatkan lagi , Suaminya bude pengen usaha ke luar kota . Dia mengajak istrinya untuk menemaninya anaknya tidak bisa ikut karena ahrus sekolah. 2 bulan bude balik lagi ke rumah tanpa pak de yang tinggal karena mengurusi usahanya disana . Apalagi anaknya harus segera pergi karya wisata hingga membuat bude harus balik.
"ibu pakaian saya yang harus dibawa sudah siap"
Lha terus kamu berangkat kapan"
Besok bu hari sabtu pulang paling hari senin"
Ooo gitu
Ya udah kamu tidur aja dulu"
Enggak ah bu masih ada kerjaan yang harus saya buat untuk kegiatan besok"
Ya udah aku tungguin kamu disini yaa"
Ketika aku mau melepas kangen harus menunggu sampai besok.
Besoknya aku ada urusan ke kampus.
Sorenya kulihat rumah sepi,kulihat mobil dari bude sudah tidak ada.
Aku segera masuk ke kamar dan menunggu bude. Tak berapa lama kudengar mobil bude , lalu kulihat bude masuk ke kamar.akupun segera masuk kekamarnya kulihat bude sudah telanjang karena mau berganti pakaian
saya memeluk badan bude dari belakang sambil mulutku menciumi lehernya, tangan kanan saya meremas payudaranya, dan tangan kiri saya mulai membelah vaginanya dengan dua jari dan memasukan jari tengah ke dalam lubang vaginanya. bude kaget
"Eh.. siapa.. eehh.. ja... aahh.. oohh.. oohh..", suaranya sambil berusaha membalikan badannya.
"bude sexy.. mmhh.. ssllrrpp.. mmhh.. saya kangen bude.. .. mmhh.. sslrrpp..", bisikku sambil terus mencumbunya dan menggerayangi seluruh tubuhnya.
"bentar.. ehh.. mmhhehh.. oohh.. aughh.. .. haahh.. aahh.. mmhh.. aahh..", katanya sambil terus mencoba membalikan badannya.
saya membopongnya ketempat tidurnya. Setelah badannya saya rebahkan ditempat tidur saya melihat bude sudah pasrah .
Lalu saya membuka seluruh pakaian dan sayapun telanjang sudah. Lalu saya mendekati badan bude dan menindihnya lalu saya cium seluruh wajahnya. Kedua tangan saya memegang kedua tangannya sehingga penis saya dan vaginanya hanya bersentuhan dan bergesekan. Dari vaginanya sudah banyak cairan yang keluar yang menandakan dia sudah terangsang oleh perlakuan saya tadi. Bibirnya saya cium dan langsung saya kulum sihingga lidah saya secara leluasa masuk kedalam mulutnya. Bude membalas ciuman saya tadi sehingga kami bergelut dalam ciuman yang sangat bernafsu. Lidah kami berdua seakan menyatu dan berusaha untuk mendapatkan apa yang kami cari, KEPUASAN..
Setelah kami berciuman, kedua tangan saya langsung saya arahkan kearah ketiaknya sambil sedikit mengelitiknya. Bibir saya secara liar menjalar ke payudaranya secara bergantian.
"Oohh.. eehh.. mmhh.. har.. aahh.. aahh.. aahh..", desahnya.
"Ee.. nn.. aakk.. ahh.. mmhh.. har.. ja.. ngan.. brenti.. aahh.. oohh.. aahh..", desahnya dengan agak sedikit berteriak.
"Abis.. ennakk.. eennaakk.. enn.. eenn.. nnaakk..", desahnya .
Setelah bude berkata demikian badannya terasa terangkat dan pinggulnya mendorong-dorong badan saya.
"Eehh.. eehh.. mmhh.. har bude mau pipis.. adduuhh.. aahh.. pipiss.. ppiiss.. mmhh.. pi.. ppiiss..", desahnya lagi. Setelah berkata demikian terasa sekali selangkangan bude basah total, seperti ada cairan yang lebih banyak keluar dari vaginanya. Ternyata bude orgasme yang kesekian kalinya. Saya tidak tahu apakah dia sudah orgasme sebelum ini. Cairan itu menjalar keseluruh bagian selangkangannya lalu menjalar ke pahanya dan juga berkumpul dipantatnya. Lalu badannya bergetar dan terdiam sejenak sepertinya ingin merasakan kepuasan yang ada saat orgasme.
sesudah itu ia tersenyum manja kepadaku dan berkata, "har.. kamu dah belum?".
"Ya belum dong, orang kontol gue aja belum ngerasain punya kamu..", kataku sambil memelintir puting payudaranya.
"Ahh.. ehhmm.. ya udah cepetan masukin .. katanya sambil membuka kedua pahanya dan melebarkan vaginanya yang sudah basah.
Lalu saya arahkan penis saya kearah vaginanya yang telah merekah. Pada saat penis saya menyentuh bibir dalam vaginanya
Perlahan tapi pasti penis saya masuk seluruhnya ke dalam vaginanya. Memang mudah karena vaginanya sudah licin. Lalu saya diamkan penis saya di dalam vagina bude yang tertancap dalam. Lalu saya mengerayangi seluruh muka, payudara, putingnya sampai meremas-remas kedua pantatnya yang besar. bude hanya bisa meremas kedua pantat saya dan agak sedikit mencakar. Sakitnya sudah tidak saya hiraukan lagi.
"Oohh.. eenak.. ee.. nakk.. udah lama.. oohh.. ga.. main.. penismu.. nik.. mat haar.. emmhh..", desahnya yang sudah kacau.
"Terus isep.. iss.. sseepp.. teteku.. gigit.. ce.. pet.. gi.. git.. aahh.. mmhhmm..", Katanya.
Lalu saya plintir puting payudaranya menggunakan bibir saya dan sekali-sekali saya gigit dengan agak sedikit gemas.
"Iya.. terus.. ss.. mmhhmm.. eehheehh.. har.. mo pipis lagi.. ga ku.. at.. aahh..", katanya sambil menegangkan badannya.
Penis saya seperti disiram oleh cairan hangat dan itu membuat saya tak kuasa untuk menggerakan penis saya di dalam vaginanya.
"har uudahh.. kocok vagina bude. bude udah ga tahan mo dikocok sama kontol kamu.. mmhhmm..", desahnya.
Langsung dengan cepat saya gerakkan penis saya keluar masuk vagina bude. Sesekali saya tarik penis saya dan dengan cepat saya tancapkan lagi ke vaginanya. Ini saya lakukan secara mendadak yang membuat bude berteriak kecil.
"Auwww.. mmhhmm.. auuwww.. ahh.. eehh.. gila.. kontolmu .. ahh.. eenn.. akk.. bag.. nget.. sshh..", desahnya tiap kali saya buat gerakan itu.
"har.. mo.. pippiss.. ga.. tahhan.. stop.. stop.. mmhhmm.. aahh.. aahh..", katanya.
"Kita bareng ya .. oohh.. tu.. wa.. ga.. aahh..", kataku.
"Croot.. crroott.. crroott.. serr.. serr.. seerr..", cairan kami berdua keluar dengan derasnya di dalam vaginanya.
Kami berdua berpelukan erat saat itu. bude memeluk dan mencium saya dengan erat dan tangannya mencakar punggung saya juga kakinya yang membelit pinggang saya dengan keras. Saya juga melakukan hal yang serupa dengannya sambil saya angkat badannya sedikit menggendong. Penis saya terasa dihisap oleh vaginanya dan serasa akan lepas ditelannya. Kami berdua mengerang dalam ciuman. Liur kami berdua bercampur baur tak terkira. Lidah kami berdua serasa ingin membelit satu sama lain. Kami berdua sudah tidak menghiraukan apakah teriakan kami berdua terdengar sampai ke luar ruangan. Rasanya tak terkatakan walau ditulis berhelai-helai kertas. Hanya kami berdua saja yang bisa merasakannya.
Setelah beberapa lama, penis saya masih tertancap di dalam vaginanya, kami berdua mulai melonggarkan pelukan itu dan kami berdua saling bertatapan. Kami berdua tersenyum sambil diselingi dengan beberapa ciuman kecil.
"har kamu hebat, bude sampe berapa kali pengan pipis", katanya disela sela ciuman kami.
"Kamu juga hebat, memek kamu tau aja kesenangan penis saya, "Kataku.
", yang terakhir tadi.. itu paling enak, bener..", katanya.
"Iya saya juga ngrasa gitu, nih liat kontol saya masih di dalem memek bude", kataku sambil memperhatikan penis saya.
"har jangan dicabut ya.. masih nikmat..", katanya sambil tersenyum.
kami membiarkan dan merasakan nikmat yang kami rasakan .
"tadi bude bilang kok udah lama tidak merasakan emang pak de?
Iya,pakdemu enggak pernah selama kamu"
Kami berdua berjalan menuju kamar mandi dalam keadaan bugil. Kami mengulanginya di beberapa tempat . ketika senin pagi aku segera pergi ke kampus ,sedang bude tepar dengan mengangkang pahanya karena tadi dapat serangan fajar.
Ketika aku di tengah perjalanan kulihat andi sudah pulang balik naik angkot, akupun segera turun dari angkot dan segera menyusul andi dengan angkot pula. Ketika aku sampai di rumah aku segera menuju ke kamar bude.
Aku terkejut ketika kulihat anak dan ibu saling memuaskan . hingga membuat mereka tak sadar bahwa aku sudah ada disitu . akupun segera berangkat ke kampus .
Ketika aku pulang dari kampus aku langsung menemui bude untuk minta ijin untuk pulang karena saya sudah lulus dari siding sore ini. Padahal sebenarnya aku mau pergi untuk mempersiapkan sidangku minggu depan .karena sudah pasti kalau disitu aku enggak bisa konsentrasi.






