Awal Curhat Yang Berakhir Ngentot (2)

Indo Player 18 - Setelah kejadian kemarin, sikap nadine berubah, beberapa kali kuajak bertemu dia menolak, begitu juga chat yang ku kirin ke ponselnya, hanya beberapa yang dibalas dengan kalimat pendek atau bahkan hanya tanda "[R] read / terbaca" saja yang kudapatkan. Beberapa hari itu pula aku berfikir apa kesalahanku, atau apa yang telah kulakukan menyakiti hatinya??? Entahlah...

Hari valentine telah tiba, meski aku tidak begitu perduli hari itu datang tiap tahunya karena tidak mengenal hari tersebut dii keyakinanku, namun hari itu memberiku ide.. Aku nekat mengirimkan bunga dan choklat ke tempat kerjanya, namun karena ingin menghargai privasinya, aku membayar seorang petugas parkir di kantornya untuk menyerahkan bingkisan itu, di dalamnya terdapa swcarik kertas berisi permohonan maaf atas apa yang telah kulakukan sebelumnya.

Aku melanjutkan aktifitas kerjaku, seperti biasa nguli di lapangan, di tengah2 kesibukanku, aku dikejutkan dengan dering telpon genggamku, kubaca nick peneleponya NADINE.. betapa bahagianya aku, serasa panas berganti salju, siang berganti malam, deru mesin proyek terdengar bak kicauan burung yang merdu. "Halo.." ponselku angkat, "bram, kamu sibuk siang ini?" kudengar suara merdunya.."iya ni aku lagi di lapangan, kenapa sayang? Eh maksudku Nad.." jawabku, "emmm.. Kamu pulang jam berapa?" tanyanya lagi. "Aku chek out kerja jam 5sore, kenapa? Tapi kalau kamu mau kita bisa bertemu jam 15:00 nanti" balasku. "Yaudah nanti kutemui kamu di kosmu jam tiga ya" suara merdunya berakhir terdengar di telingaku, tak ayal betapa senangnya hatiku saat itu sehingga tersenyum2 sendiri di tengah kerja.. "Kenapa bang kok ketawa sendiri?"tanya teman kerjaku, " gak papa bro" balasku gembira.

Jam tiba pukul 15:00 kurang, langsung kupacu kuda besiku kembali ke kos, mandi, bersiap menunggunya, setelah lebih 10menit kudengar suara maticnya di depat pintuku, kurasa ia tau aku ada di kos karena kuda besiku kuikat di depan jendela kamar, langsung dia mengetuk pintu kamarku, aku yang baru selesai mandi masih mengenakan handuk bingung dan tergesa2 mencari baju di lemari, "sebentar nad, tak pake baju dulu, abis mandi nih" teriaku.. Tiba2 dia langsung membuka pintu dan masuk lalu menutupnya lagi dari dalam, tanpa sepatah kata dipeluknya tubuhku... Dalam diam aku membalas pelukanya, dipandangnya sebentar mataku, begitu pula aku "kenapa nad?" tanyaku membuyarkan keheningan, dia membalas "makasih ya buat hadiahnya, sebenernya aku lebih suka boneka daripada coklat atau bunga", " hahaha maaf nad aku gak tau soalnya.." belum selesai aku berkata, langsung dilumatnya bibirku dengan ganasnya, seoalah ia bertemu kekasihnya yang telah lama merantau, tanpa komando kubalan ciumanya, lama sekali kami berdiri dengan lidah beradu, tiba2 dia roboh ke kasurku, aku menindihnya..

Awal Curhat Yang Berakhir Ngentot (2)

Kamipun tertawa kecil bersama..dan lagi2 kami hanya berpandang mata dan terdiam, tak lama ia membelai rambutku dan berkata "kamu beneran sayang sama aku bram?" tanyanya, "iya nad, aku sayang ama kamu" diapun tersenyum, tak kulepaskan kempatan itu, kembali kulumat habis bibir mungilnya, tak perduli baju seragam kerjanya lungset, kucoba untuk kembali meraba gundukan kembar kenyalnya, ia tak menolak saat kuremas lembut, bahkan ia membantu membuka satu persatu kancing bajunya, kulihat bh pink di dalamnya, lalu kuberkata "lepas aja ya baju sragamu biar gak kucel?", ia hanya mengangguk dan tersenyum, kamipun duduk dan kubantu membuka semua yang menempel di tubuhnya, namun saat kucoba membuka cd nya, dia menahan tanganku dan berkata " kamu serius mau nglakuinya bram? Aku belum pernah melakukan dengan orang selain suaminu." jawabnya, "aku gak akan memaksamu, kalau kamu tak berkenan" imbuhku dengan senyuman, diapun ternsenyum sambil meloloskan cd dari kakinya "jangan hamili aku bram, aku gak kb dan kita sama2 sudah berkeluarga" pesanya.. "Iya nad aku ngerti..." balasku sambil melempar handuku ke sofa, setelah sama2 telanjang bulat kutindih lagi tubuh mungilnya, kucium lehernya, turun ke belahan dadanya sembari kuremas gunung kembarnya, seperti tak mau kalah, dikocoknya perlahan pejantanku, hanya desahan yang keluar dari mulut mungilnya, ahh...ssstt..ouch... Begitu kira2.

Ciumanku berubah ke puting coklatnya, kucium dan kumainkan dengan lidah, desahan di mulutnya semakin keras.."ouch bram jangan siksa aku" katanya, aku tau dia sudah tak sabar ingin menuju ke adegan utama, namun aku masih ingin mengagumi keindahan tubuhnya, turun ciumanku ke perutnya, kujilat lembut pusar nya, dia menggelinjang kegelian, lalu saat kuturunkan lagi ciumanku ke selangkanganya, kutemukan klistoris yang membesar seperti kacang kedelai, kujilat sekali "ahhh..." desahnya, lalu kujilat beberapa kali, desahanya semakin tak beraturan, saat jilatan lidahku tepat di lubang vaginanya, kucoba tusukan lidahku ke dalamnya, seketika dia menjambak rambutku sembari membenamkan wajahku ke selangkanganya, "ohhh... Bram kamu apain punyaku, enak banget, baru kali ini aku....ouch...bram..." kemvali desahanya terputus, saat lidahku menari liar di dalamnya.

Seperti tak mau kalah, dia merubah posisi memintaku intuk terlentang, tanpa menunggu lama dia menggenggam pejantanku dan melumat habis dari kepala hingga lehernya, namu mulut kecilnya tidak bisa menerima seluruh pejantanku, hanya setengahnya saja yang masuk, merasa tak puas, dia berganti melumat bola2 pejantanku, dan disedot seakan mau dicabut dari tempatnya "aduh nad ampun" jawabku.. Malah semakin ganas dia mempermainkanku, karena aku merasa tingkah binalnya yang pada awalnta membuat bolaku nikmat perlahan berubah sakit, kuangkat wajahnya dan kucium lagi bibir mungilnya, ku alik dia dan kuti dih, seperti sudah paham atau memang dia sudah horny berat seperti aku, dibukanya lebar2 selangkanganya, tanpa komando diarahkanya kepala pejantanku ke lubang surgawinya, "ah...." desahnya saat digesek2 kepala pejantanku ke pintu vaginanya yang basah, kucoba mendorong sedikit..."ah...bram sakit" "hah? Kenapa nad? Kamu kan sudah pernah melahirkan dan bersuami?" tanyaku, "iya tapi punyamu besar banget, pelan2 ya bram" aku hanya mengangguk dan mencabut pejantanku.

Kembali aku mendorong pantanku dan memasukan pejantanku ke vaginanya, berhasil masuk sepertiganya, dia menahan tubuhku dengan tanganya dan berkata "bentar bram biar adaptasi dulu" aku hanya tersenyum mendengar ucapanya, setelah kuliat dia tenang, kucabut sedikit dan cepat kumasukan lagi, kali ini masuk setengahnya, "ahhh... Bram gede banget sih" kuhibur dia dengan melumat kembali bibir indahnya, saat ku tarik mau ku keluarkan lagi pejantanku dari sarangnya, tiba2 dia menarik pantatku dengan tanganya, membuat pejanta ku terpaksa mengotak bibir vaginanya lebih dalam, dan amblaslah seluruh pejantanku di dalamnya, "aarrggghhh......braaaaammmmhhh" serunya, "tahan jangan gerak2 dulu bram" imbuhnya, aku hanya mengangguk saja, saat saling bertatap mata, kurasakan otot vagina dalamnya atau mungkin otot rahimnya memijat pelan pejantanku, berdenyut2 meremas lehernya, "ahhh nad kamu apain ini" "gak kuapain kok cuman emang lagi adaptasi ama punyamu yang gede itu" balasnya, karena tak tahan, mulai kucabut dan kumasukan secara teratur namun perlahan, dia hanya memejamlan mata dan menggigit bibir bawahnya, tak tinggal diam kedua tanganku meremas dadanya dan kunciumi bibirnya, setelah beberapa saat kurasa mulai lancar jalan kewanitaanya, gerakan pompaku lebih cepat sedikit, dan diapun akhirnya mulai mendesah, tak kuasa lagi menahan kenikmatan yang ia rasakan dengan menggigit bibir bawahnya, saat kugenjot swmakin cepat, desahanya berubah menjadi erangan, erangan kenikmatan lebih tepatnya, kutambah lagi kecepatan pompaku, desahanya memburu bersama nafasnya, dan akhirnya dia berkata "aku nyampek bram....ahhh...." kubenamkan dalam2 tusukanku...dan mendiamkan di dalam saat berasa mentok, badanya mengejang2 seperti kesetrum kecil, semakin lama kejang nya semakin melemah dan dia terswnyum kepadaku, "kamu hebat bram, baru kali ini aku merasa nikmatnya bercinta" ujarnya. "Kamu berlebihan nad, aku sama manusia seperti suamimu, hanya beda casing aja" candaku, "iya tapi punyamu lebih besar dan nikmat, aku suka sekali, gak nyangka aku bakal nglakuin ini ama kamu" katanya. "Kenapa nad? Kamu nyesel?" tantaku, dia hanya tersenyum dan memeluku, lalu kubalik tubuhnya menyamping dan kugenjor lagi perlahan "ah...ahh...ahhh.." hanta itu keluar dari mulutnya.

Kugenjot dia semakin cepat dengan posisi aku jongkok dan dia merebah ke samping, sembari tanganku meremas buah dadanya, dia hanya mendesah terus menerus, sampai akhirnya dia mendapatkan klimaks yang kedua, "ouch...brammm... Dapet lagi..." teriaknya, aku sudah tak perduli kalau apa yang kami lakukan terdengar ke tetangga kosku, karena aku yakin mereka pun sudah terbiasa, tersadar dia melihat jam dinding waktu menunjukan pukul 16:10 menit, serontak dia berdiri melepas pejantanku yang masih tegang dari vaginanya dan segera mengenakan seragamnya, "sory bram aku harus balik ke kantor" katanya di sela, setelah ia memakai seragam atasnya saat hendak memakai cdnya, kutunggingkan dia menghadap sofa dan tanpa aba2 kumasukan lagi pejantanku dengan gaya dogy style, "ah...bram..." jawabnya terkejut, "bentar nad aku dah mau keluar" kataku karena aku gak mau cman dia yang menikmati persetubuhan ini, kugenjot secara cepat agar pejantanku segera memuntahkan lahar panasnya, walau sebenarnya aku masih belum mau keluar, "yaudah ayo cepat bram" balasnya, kugenjot semakin crpat sembari meraba dadanya dari luar bra dan seragamnya, "ouh bram.... Aku mau dapat lagi" ujarnya terbata2, "bentar nad, aku juga mau nyampek" kupusatkan konsentrasiku agar aku cepet keluar dan gak membuatnya menunggu lama, "jangan bareng bram, ntar aku hamil" takutnya... "Iya nad aku di luar kok, " ah...brammmm....." tiba2 badanya bergetar dan ambruk ke sofa, seketika pejantanku copot dari vaginanya dan dengan terpaksa karena menggantung, kukocok dengan tanganku cepat, beberapa saat muntahlah calon2 keturunanku ke pantatnya, luar lubang anusnya dan meleleh di pintu vaginanya "oghh nad... Aku sayang kamu..." tersadar dia aku klimak, diarahkanya satu tanganya membantu mengocok pejantanku agar seluruh cairanya keluar tak bersisa, aku hanya menikmati sensasi nanggung itu.

Setelah beberapa saat, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihka air maniku dari badanya, setelah itu bersiap kembali mengenakan baju dinasnya, akupun segesa bersih2 di kamar mandi dan kembali menenakan baju kerjaku untuk absen ke kantor, setelah sama2 rapi, kami akan berangkat keluar kamar bersama, entah kenapa aku menahanya dan kembali menyandarkanya ke pintu kamarku yang masih tertutup, kembali kulumat habis bibirnya sambul kubisikan "aku sayang kamu nad" "iya bram aku juga sayang kamu, jangan sakiti aku ya" ujarnya, akupun mengangguk tersenyum, tiba2 saat kembali kucium dan kuremas dadanya, dia turun jongkok ke hadapanku dan menurunkan resleting celanaku, dikeluarkanya lagi pejantanku yang sudah bersih dan harum dari sangkarnya dan dikulum hingga tegang kembali, akupun hanya mendesah kenikmatan sambil menahan tanganku ke pintu agar tak ambruk, cepat kuberdirikan dia, kucium lagi sambil kuangkat sebelah kakinya, kugeser ke samping cd tipisnya dan kutusuk lagi pejantanku ke vaginanya, kali ini kami melakukanya dengan berdiri bersandar pintu, "ah...ah...bram terus ayo cepat" aku hanya bisa menciumi bibir dan meremas dadanya dari luar karena lehernya sudah tertutup jilbab dan sragam dinasnya, cepat sekali kugenjot dengan berdiri dan aku sabgat bernafsu sekali untuk membuatnya klimak, akhirnya dia mengejang memeluku dan berkata menggeram "arghhhh brammmm dapet lagiiii" dia pun ambruk memeluku, lunglai lemas denfan pejantanku masih menancap, setelah sadar dari lemasnya, dipukulnya aku sambil tersenyum nakal "kamu jahat bram, aku dah bersih, dah telat malah dikasih lagi" tawanya, "abis aku gemes ma kamu sih" balasku, dia pun segera menciumku lalu meninggalkanku berdiri bengong di dalam kamarku, tak lupa dia berbisik sebelum memacu angsa maticknya, "besok2 lagi ya bram" sambil tersentum nakal, aku hanya tersenyum kentang tak tau harus kuapakan pejantanku yang masih tegak keluar ini... Dari seberang kamar kulihat tante tetangga depan tertawa melihatku sembari menutup mulutnya dengan tanganya, segera saja kututup pintu kamarku menyembunyikan rasa maluku beserta kemaluanku...