Bi Encum Bohay Yang Latahan

Indo Player 18 - Waktu SMP kelas dua, di rumah ada pembantu, namanya Bi Encum. Aku suka melihat Bi Encum makannya banyak dan dia memiliki latah mengulangi perkataan orang lain. Gak heran badannya juga gemuk.karena memiliki latah ini jadi ajang keisengan ku.nah kebetuan di tv sering ada acara menirukan artis dia paling senang acara tersebut.gara2 acara tersebut sekarang latah bi encum makin parah .bila ia dikagetin waktu nyapu
"bang haji roma irama"
Maka dia memainkan sapunya seperti artis tersebut. Yang mengerjain bukan aku saja .bi encum merupakan hiburan gratis untuk kami.
Suatu hari dia sedang menyapu maka kukagetin dengan melempar batu .kebadannya .sambil menyebut salah satu artis pantura . maka dia pun langsung bergoyang bagaikan artis pantura tsb.
" huu kurang sexy"
Diapun mengangkat dasternya sampai terlihat cdnya .akupun kaget .dia pun sadar
"ah aden jangan jahilin bibi dong"
Wah sorry bi"
Akupun terbayang paha dan pantat putihnya akupun berencana untuk mengintipnya waktu mandi
Nah, kebetulan kamarku di lantai dua, dan dibawahnya pas kamar mandi Bi Encum. Lantai kamarku itu cuma pakai multiplex tebal yang dilapisi karpet plastik yang agak tebal juga. Di antara lantai kamarku dengan kamar mandi Bi Encum nggak ada pembatas atau eternitnya.

Aku cari akal gimana caranya bisa ngintip Bi Encum kalo lagi mandi dari lantai kamarku. Aku pikir, kalau ada lubang dari kamarku pasti bisa langsung kelihatan isi kamar mandinya Bi Encum. Lalu aku cari sela-sela lantai di kolong ranjangku agar tidak mudah ditemukan orang. Sedikit demi sedikit kulubangi lantai dengan obeng kecil. Jadilah lubang sebesar satu centimeter tapi cukup besar untuk melihat sesisi kamar mandi pembantu. Nah, sejak saat itu aku rajin mengintip Bi Encum mandi dari atas.

Bi Encum ini orangnya baik, kulitnya agak putih, bersih, dan toketnya gede banget. Kadang dia suka mainin toketnya kalo lagi mandi. Aku sering coli juga kalau pas lagi ngintip Bi Encum mandi.

Suatu saat, aku dikasih satu butir pil tidur sama teman. Pil itu aku umpetin di atas lemari, di sela tumpukan barang-barangku. Nah, aku percaya kesempatan itu nggak datang dua kali. Suatu ketika, berbulan-bulan kemudian, keluargaku pada liburan ke rumah Nenek di Jawa Barat. Aku ditinggal berdua saja dengan Bi Encum karena aku bilang, malas pergi-pergi.

Bi Encum Bohay Yang Latahan

Malamnya sehabis makan, aku tumbuk satu butir pil itu di kamarku hingga menjadi halus sekali dan aku masukkan ke lipatan kertas, lalu aku kantungi di celana pendekku. Tak lama kupanggil Bi Encum ke atas agar menemaniku nonton dangdut di ruang TV yang ada di depan kamarku di lantai dua. Di ruang TV ini nggak ada kursi sama sekali, cuma pakai permadani lama saja sebagai alasnya dan beberapa bantal besar.sebelumnya telah kusiapkan minuman yang telah kuberi obat tidur tadi.

Sebentar kita nonton, kami pun berjoget dengan heboh akupun sesekali bergaya memberikan saweran dengan memberikan saweran ke dadanya sambil meremasnya.kamipun semakin hot ,tak terasa kami berjoget sudah hamper 1 jam. Kamipun beristirahat sambil minum minuman yang telah kusiapkan tadi. Sambil beristirahat, aku ngobrol ngalor-ngidul dengan Bi Encum. Bi Encum ini seorang janda, umurnya sekitar 30 tahunan. Yang aku pernah dengar cerita dari Ibuku, Bi Encum dicerai suaminya karena nggak bisa punya anak. Mungkin mandul. Posisi kita nonton berdua duduk di lantai, tapi nggak lama, Bi Encum merubah

posisinya dari duduk, menjadi tiduran sambil kepalanya ditopang bantal besar.
Aku terus ajak dia ngobrol sambil nonton TV. Lama-lama, kok aku kayak ngomong sendiri? Nggak taunya Bi Encum sudah tertidur. Aku diam sambil cari akal, ada kali setengah jam sambil melirik posisi Bi Encum yang tidur melingkar seperti pistol. Bi Encum pakai daster selutut

Aku panggil Bi Encum, "Bi.. Bi Encum.." Tapi tak menjawab. Lalu aku pegang tangannya sambil kuguncang-guncangkan dan panggil namanya perlahan, "Bi.. Bi Encum.." Oh, ternyata dia sudah pulas. Aku cek lagi dengan mengguncang-guncangkan pahanya,

"Bi.. Bi Encum.." Dia tetap diam, napasnya saja yang turun-naik teratur. Ternyata Bi Encum sudah pulas sekali. Jantungku berdegup keras.
Dengan terburu-buru aku turun ke bawah untuk mengunci pagar halaman, pintu depan, dan pintu dapur. Gorden tak lupa kurapatkan. Bret! Lalu aku matikan lampu ruang tamu dan lampu dapur. Habis itu aku naik lagi ke atas. Hmm, Bi Encum masih tertidur dengan posisi yang tadi. Lalu kukunci pintu ruang TV yang mengarah keluar. Gorden jendela kurapatkan juga. Ah, aman!

Perlahan kudekati Bi Encum. Kuguncang-guncangkan kakinya lagi. Dia tetap tidur. Lalu kurubah posisi Bi Encum yang tadinya melingkar, jadi telentang. Bantal besar yang mengganjal kepalanya perlahan-lahan kugeser sehingga terlepas dari kepalanya.

Dadaku terasa sakit karena jantungku berdegup kencang, napasku memburu Lalu kuangkat perlahan dasternya dari bawah sampai ke atas perut sambil melihat mukanya, hmmm masih pulas. Sekarang terlihat paha Bi Encum yang bulat, besar, agak putih, dan bersih nggak ada bekas lukanya. Perutnya gemuk berisi.

Gundukan CDnya warna krem. Menyembul di atas perutnya toket besarnya yang ditutupi BH warna krem. Lalu kucoba mencopot dasternya . ahh akhirnya terlepas juga. BH Bi encum nampak sempit sekali menutupi buah dadanya yang padat dan berisi.... Aku perhatikan buah dadanya... naik turun.. dan kulihat ternyata BH tersebut punya kancing cantel dua buah di depannya pas di tengah-tengah di depan belahan dada tersebut... dengan agak gemetar aku pelan buka buka cantelan itu..... satu lepas... dan waktu mau buka yang satu lagi... lalu aku memberanikan lagi membuka cantelan yang satu lagi.... dan akhirnya terbuka.....

Aduh susunya indah sekali bentuknya besar hampir satu setengah kali bola tenis kali... terus warna pentilnya agak merah muda... bentuk susunya betul-betul bulat.. menonjol kedepan..

Aku pandangi terus kedua buah dada tersebut ...indah sekali...
lalu tangan kananku memilin lembut putingnya payudara kirinya dan tangan kiriku juga meremas payudara kanannya. aku terus menciumi bibirnya,kini mulai terdengar desahan lemah dari bi encum akupun kaget dan menghentikan aksiku tapi kulihat matanya tetap terpejam. Akupun kembali menciuminya perlahan ciumanku turun ke lehernya dan hingga dadanya, ku jilati putingnya yang masih masih coklat kemerahan, sambil tanganku meremas yang sebelahnya.

Tanganku yang satunya berusaha menurunkan cdnya tapi aku kesulitan kucoba buka CDnya. Pelan-pelan kuturunkan CDnya dari bawah pantat sambil terus melihat muka Bi Encum. Uh, berat banget badannya. Kugeser CDnya sedikit demi sedikit lewat bawah pantatnya. Keringat dingin mengucur di badanku, padahal angin malam dari luar menerobos masuk dari atas lubang pintu. Tongkolku yang terbungkus CD dan celana pendek sudah tegang banget sejak tadi.

Berhasil! CD Bi Encum sudah lewat dari pantatnya yang besar. Tanggung, kuloloskan saja sekalian dari kakinya. Sekarang Bi Encum tidak memakai CD. Telentang. Bulu jembinya jarang, mekinya tembem dan rapat. Tongkolku jadi keras banget. Aku beringsut ke bawah kaki Bi Encum, lalu kurenggangkan kakinya. Wuaah! Ini pengalamanku yang kuingat terus sampai sekarang. Pertama kali aku bisa melihat meki cewe dengan bebas, ya saat itu. Hmm, indah sekali.
Lalu kurenggangkan lagi kaki Bi Encum lebar-lebar sampai badanku dapat duduk bebas di antara selangkangan kakinya. Bi Encum masih mendengkur. Aku mulai merunduk di atas meki Bi Encum. Kubuka mekinya yang tembem dan rapat itu dengan kedua tanganku, perlahan. Hmm, kuciumi mekinya. Wanginya aneh, tapi justru wangi ini yang nggak akan kulupakan, gimanaa gitu.

Aku ingat banget, lubang luar mekinya sempit, cuma segaris saja keliatannya dari luar.Pas kusibak, warna pinggir lubangnya merah tua dan dindingnya tebal, lembut, dan lubang dalamnya merah muda serta berkilat. Napasku mulai terengah-engah.

Kucoba-coba cari yang mana sih, yang disebut klitoris itu? Aku buka-buka perlahan mekinya, tapi sepertinya saat itu aku tetap nggak tau deh, yang mana atau seperti apa bentuknya klitoris (sekarang sih udah tau, hehe..). Aku semakin penasaran. Lubang meki Bi Encum semakin kuperlebar. Lama kuperhatikan. Kini terlihat dua belah bibir kecil dengan lubang kecil ditengahnya. Bibir kecil dan lubang kecil itu berwarna merah jambu dan agak basah. Tongkolku semakin keras. Jantungku berdetak keras.

Dengan tangan kiri, kutahan bibir meki Bi Encum, lalu kumasukkan jari telunjuk tangan kananku ke dalam lubang kecil itu. Aah, terasa lembut sekali daging merah jambu didalamnya. Lalu kuangkat jariku, kuciumi baunya. Ooh, begini toh, bau meki, pikirku cepat.

Lalu kumasukkan lagi jari tengahku ke dalamnya, kugosok-gosokkan perlahan jariku di dinding-dinding dalam meki Bi Encum. Uuh, terasa lembut sekali daging basah di dalamnya. Lama aku begitu sambil sesekali mengelus-elus bibir luarnya dan menjilat-jilatnya dengan lidahku. Semakin penasaran, kumasukkan dua jariku ke dalam lubang kecil meki Bi Encum. Ah, ternyata muat, lalu kugosok-gosokkan lagi bergantian dengan masuknya ujung lidahku ke dalam lubang kecil itu.dan semakin banjir . Agak asin-asin gurih gitu, rasanya. Tongkolku semakin keras dan terasa menyakitkan dibungkus CD dan celana pendek.
Ah, kucoba masukkan tongkolku ke dalam mekinya Bi Encum, pikirku waktu itu. Cepat-cepat karena napsu, kupelorotkan saja celana pendek serta CDku. Kaos masih kupakai. Lalu kuambil posisi badanku di atas Bi Encum yang sudah telanjang

Dengan satu tangan, kudekatkan tongkolku ke mekinya Bi Encum. Kugosok-gosokan di bibir luar meki dan bulu jembinya. Seer, seer, asik deh. Terus, kucoba masukkan tongkolku ke dalam mekinya. Duh, susah banget. Lalu kubasahi tongkolku dengan ludah yang banyak. Kucoba lagi naik di atas Bi Encum seperti orang mau push-up. Pelan-pelan dengan satu tangan kumasukkan tongkolku. Bless! Masuk kepala tongkolku yang berkilat dan licin. Pelan-pelan kusodokkan lagi dibantu dengan tanganku. Bless! Makin dalam. Rasanya hangat gitu. Bi Encum masih pulas,

Perlahan dengan napas memburu, kumaju-mundurkan tongkolku. Ugh! Rasanya hangat dan agak geli-geli gitu. Ada kali sekitar sepuluh menit aku maju-mundurkan tongkolku. Keringat dingin makin deras menetes dari badanku. Jantungku makin berdegup kencang. Daging lembut yang hangat dan licin karena basah ludahku terasa membelai-belai tongkolku. Sampai tiba-tiba terasa terasa pejuku mau keluar. Aku coba tahan tapi tak kuasa. Akupun akhirnya keluar di vaginanya.sangat banyak hingga keluar. Akupun ambruk di samping bi encum dan tertidur.

Jam 4 aku bangun kulihat bi encum masih tertidur . ketika melihat bi encum tidur telanjang membuat kontolku jadi tegang lagi. Akupun mendekati bi encum lagi . aku menciumi bi encum sambil meremas payudaranya akupun tak tahan keemut putting nya . kedengar ia mendesah aku sudah tak perduli paling dia hanya bermimpi akupun turun ke bawah dan kulihat vaginanya merekah kucoba Wajahku mencoba mendekat. Kuciumi itu jembut2nya. Kusibak jembutnya. Setelah memek tembemnya keliatann Aku jilat bagian luarnya. Kumasukkan lidahku ke lubang memek Bude.
Ah... ahhh.
Akupun menghentikan jilatan ku aku melihat bi encum masih tertidur.akupun melanjutkan dengan tanganku akupun mengocok dengan jariku maka semakin banjirlah vagina bi encum. Akupun sudah tidak tahan maka akupun langsung memasukkan kontolku kedalam vaginanya dengan cepat. Maka dia hanya mendesah .
Ah...mas andi" dia mendesah sambil menyebutkan nama mantan suaminya. Tiba 2 dia membuka mata dan terkejut melihat aku yang di atasnya.tapi aku terus bilang

"ayo bi goyang"
Dia malah bergoyang
Den jangan ini enggak boleh " tapi hanya omongan tapi tubuhnya malah meladeni terus aku.

Akupun malah semakin semangat untuk terus mengenjotnya.
Udah lah bi yang penting sama enaknya"
Akupun menyambar mulutnya dan kamipun berciuman dengan ganas.
"Bi.. aku mo keluar ... ahhhhh... shhhh"
"sama den.... Bibi juga dah gak kuat.. mo keluar lagi le. Keluarin di dalem ajah le..."
Tak seberapa lama terasa memek Bibi melumuri kontolku dengan cairan orgasmenya... memeknya berkedut... sepertinya kontolku di hisapnya...
""awhhhhhhh.. awhhhhhhhh... enaaaak"
dan aku pun udah gak uat lagi menahan... crott..croottt.croott..
"Wenak ... ahhhh. Ahhhhhh... arhhh"
Ketika aku mau melepaskannya dia malah menahannya .sekitar jam 8 akupun bangun dan dia sudah tidak ada.akupun berjalan dengan telanjang akupun menghampiri bi encum yang sedang membersihkan dapur .akupun diam2 mendekatinya .brakk
"eh sialan lo kontol lo kontol lo"
Eh dihisap"

Diapun langsung memegang kontol dan langsung menghisapnya hingga membuat kontolku kembali tegang mulai menggerakan mulutnya maju mundur sambil skali2 mainin lidah dan bibirnya buat mijet2 Kontol aku

Kontol ku kerasa agak2 anget. Trus juga ada rasa2 lembek2 enak yg berasal dari lidahnya.
Itu semua aku imbangin dengan ikut gerak2in Kontol ku maju mundur.
Ooh bi enak "
Bi cepat bi"

Diapun semakin cepat memaju mundurkan mulutnya. ketika aku sudah mau keluar aku gerakin kontol ku lebih cepat hingga akhir nya crrroottt...crrroootttt,,,crrrooottt,,sperma gue masuk terlelan bi encum,tampak bi encum gelagapan meliat gue klimaks sambil berusaha ngelepasin kontol ku di mulut nya tapi berhubung aku pegangin kepalanya jadi sperma gue tetap aja terlelan ma bi encum..setelah semprotan yang terakhir aku cabut kontol gue dari mulut bi encum.

Makasih ya bi"

Iya den diapun sambil tersenyum akupun segera menyambarnya dan menelanjanginya dan kamipun bergumul terus sampai malam .kami sepanjang ortuku di rumah nenek kami terus telanjang sudah tak terhitung kami berhubungan. 6 bulan setelah kejadian itu dia didatangi oleh ortunya untuk pulang dan dijodohkan. Maka diapun pulang dan menikah sudah tidak terdengar lagi kabarnya.