Indo Player 18 - Namaku Deni, umurku 25 tahun dan ini adalah kisah yang tidak akan pernah kulupakan. Kisah ini terjadi 10 tahun yang lalu, ketika saya masih berusia 15 tahun dan baru masuk ke SMA kelas 1 di kota Bogor. Ayahku adalah seorang perwira menengah AD yang sedang sering berpindah-pindah kota sesuai dengan penugasannya. Saat itu ayahku dipindah tugas ke Maluku, aku dan kakak perempuanku tidak bisa ikut pindah, karena saya masih baru masuk SMA dan kakak perempuanku di kelas akhir SMA.
Jadi, aku dan kakakku tetap tinggal di kota Bogor sambil ditemani seekor anjing betina bernama Katty dan seorang pembantu setia keluargaku, Bi Tuti seorang janda berumur sekitar 35 tahun, yang berkulit bersih agak kecoklatan dan bertubuh montok dengan ukuran buah dada sangat besar. Karena ayahku telah pindah ke Maluku, kami terpaksa pindah dari rumah dinas ke rumah yang sengaja dibeli untuk kami berdua.
Rumahnya cukup besar dengan halaman di bagian belakang, kamarnya lima, tiga kamar berukuran besar, dan dua kamar yang lain berukuran sedang. Aku menempati kamar di bagian belakang, sedangkan kakak perempuankku di kamar tengah, dan kamar Bi Tuti berseberangan dengan kamarku, dekat kamar mandi. Bi Tuti berasal dari daerah Bandung Selatan. Ia sudah ikut keluargaku sejak berusia 17 tahun dan sempat berpisah selama setahun ketika kawin dengan seorang sopir bus antar kota tapi perkawinannya hanya berumur enam bulan karena bis yang di sopirinya tabrakan sehingga suaminya tewas.
Karena merasa kasihan, Ibu menawarkannya untuk kembali menjadi membantu keluarga kami seperti sebelumnya. Rupanya Bi Tuti menyambut tawaran itu karena dia sudah menjadi seorang janda. Jadilah ia pembantu setia keluarga kami. Ketika aku lahir, Bi Tuti adalah orang yang menjadi pengasuhku. Artinya, kalau aku ngompol, dia yang mengganti celanaku, kalau aku mandi dia yang memandikan aku, sehingga Bi Tuti betul-betul orang yang sangat dekat denganku. Semenjak umur lima tahun sampai sebelas tahun, aku sering mandi bersama dengan Bi Tuti. Seringkali Bi Tuti menyuruhku menggosok-gosok punggungnya, dengan berjongkok di depanku sambil meremas-remas buah dadanya dengan kedua tangannya. Kadang kala Bi Tuti mendesah dan badannya bergetar seperti kedinginan,
"Kenapa bi?" tanyaku.
"Nggak apa-apa Den, cuma ini bibi gatal" jawabnya sambil menunjuk buah dadanya.
Ketika itu, aku belum ngerti apa-apa tentang kebutuhan biologis. Tapi ketika aku sudah umur dua belas tahun, aku tidak pernah diajak mandi bersama lagi sama Bi Tuti. Namun aku masih ingat dengan jelas kejadian dulu dan lekuk-lekuk tubuhnya serta bau badannya yang khas itu. Ingatan ini yang sering menggodaku untuk melamun di malam hari, sambil membayangkan tubuh telanjang Bi Tuti ada di depanku dengan buah dadanya yang besar dan memeknya yang ditutupi bulu tebal. Setiap melihat Bi Tuti, langsung kontolku tegang.
Tapi keinginan itu tetap kutekan bertahun tahun, sampai akhirnya terjadilah peristiwa yang sampai saat ini tetap tetap kuingat, yakni kenangan pertama menyetubuhi seorang wanita. Ceritanya begini. Sejak SMP aku mulai terangsang setiap kali melihat Bi Tuti mengepel lantai, yang biasa dilakukannya dengan menungging. Biasanya tiap pagi aku bersiap mengerjakan PR di meja makan atau meja ruang tamu sambil menunggu Bi Tuti lewat untuk melihat bagian atas dari buah dada Bi Tuti yang berayun-ayun dan pantatnya bergoyang saat dia menggerakkan kain pel kekanan dan ke kiri.
Selain itu aku memandangi pahanya yang kadang terlihat kalau kain Bi Tuti tersingkap dengan tak sengaja saat dia sedang mengepel. Gumpalan buah dada Bi Tuti itu sering membuatku terhanyut untuk mencoba memegangnya. Sungguh, saat itu aku ingin mengelus-elus, meremas-remas dan menciumi puting buah dada itu. Tapi, perasaan itu saya tekan karena aku masih kecil dan tidak berani untuk melakukan itu pada Bi Tuti. Tapi semakin lama kutahan keinginan itu semakin sering dan kuat perasaan itu muncul
Jum'at malem aku sendirian di kamar ku baca buku porno sendirian di kamar.. wah cerita bagus sekali sambil membaca aku memegang burungku wah keras sekali..
Kira-kira waktu itu sudah jam 9.00 malam.. badanku terasa gerah.. habis baca buku begituan.. aku keluar kamar untuk mendinginkan otakku .. kebetulan kamarku dan kamarnya tidak terlalu jauh .. dan aku melihat pintunya agak sedikit terbuka..
Tiba-tiba timbul pikiran kotorku.. ah ingin tahu gimana bi tuti tidurnya.. lalu aku berjingkat-jingkat mendatangi kamar tidur bi tuti.. pelan pelan aku dorong pintunya.. dan mengintip kedalam ternyata Bi tuti sedang tertidur dengan pulasnya.. lalu aku masuk kedalam kamarnya.. Kulihat Bi tuti tidur terlentang.. kakinya yang sebelah kiri agak di tekuk lututnya keatas.. dia tidur menggunakan kain kebaya tapi tidak terlalu ketat sehingga betisnya agak tersingkap sedikit.. aku perhatikan betisnya.. kuning bersih dan lembut sekali.. kemudian aku coba mengintip kedalam kebayanya..wah agak gelap hanya terlihat samar-samar celana dalam berwarna putih.
Aku menarik napas dan menelan lsudah.. aku perhatikan wajah bi tuti kalo-kalo dia bangun tapi dia masih tidur dengan lelap.. lalu aku memberanikan diri memegang ujung kain kebayanya yang dekat betisnya tersebut.. sambil menahan napas aku angkat pelan-pelan kain kebaya tersebut keatas.. terus kusibak kesamping.. dan akhirnya terbukalah kain kebaya yang sebelah kiri dan tersingkap paha bi tuti yang padat dan putih kekuning-kuningan.. Aku kagum sekali melihat pahanya bi tuti padat, putih dan berisi tidak ada bekas cacatnya sedikitpun juga.. lalu aku pandang lagi wajah bi tuti ..ah dia masih lelap.. aku memberanikan diri lagi membuka kain kebaya yang sebelah kanannya.. pelan pelan aku tarik kesamping kanan.. dan wah akhirnya terbuka lagi.. kini di hadapan ku tampak kedua paha bi tuti yang padat dan kuning langsat itu.. aku semakin berani dan pelan-pelan kain kebaya yang di ikat di perutnya bi tuti aku buka perlahan-lahan.. keringat dingin aku rasa menahan ketegangan ini.. dan burung ku semakin keras sekali .. akhirnya aku berhasil membuka ikatan itu.. lalu kubuka kekiri dan kekanan.. kini terlihat bi tuti tidur terlentang dengan hanya di tutupi celana dalam saja..
Aku benar-benar bernafsu sekali saat itu.. Kulihat perut bi tuti turun naik napasnya teratur.. kulihat pusarnya bagus sekali.. perutnya kecil kencang tidak ada lemaknya sedikitpun juga.. agak sedikit berotot kali.. pinggulnya agak melebar terutama yang di bagian pantatnya agak sedikit besar. Bi tuti memakai celana nylon warna putih dan celana itu kayaknya agak sempit.. mungkin ketarik kebelakang oleh pantatnya yang agak gede.. jadi pas di bagian kemaluannya itu ngepas banget sehingga terbayang warna bulu bulunya yang halus.. tidak terlalu banyak.. dan bentuk kemaluan Bi tuti lucu juga agak sedikit menggunung kayak bukit kecil..
Pelan pelan aku sentuh vagina bagian atasnya.. terasa empuk dan hangat.. terus pelan-pelan kucium tapi tidak sampai menempel kira-kira 1 milimeter di depan vagina tersebut.. wah tidak bau apa-apa.. cuma agak terasa hangat aja hawanya.. Kupandangi lagi vagina yang menggunung indah itu.. wah ingin rasanya aku remas tapi aku takut dia bangun.. Kulihat dia masih tidur nyenyak sekali.. dan kulihat dadanya membusung naik turun.. akhh aku ingin tahu gimana sich bentuk payudara dari bi tuti..Pelan pelan kubuka baju bi tuti.. tidak terlalu sulit karena dia hanya pakai peniti saja tiga biji.. dan satu satu kubuka peniti tersebut.. lalu angkat geser kesamping bajunya.. wah terlihat dada sebelah kiri dan kubuka baju yang sebelah lagi.. Kini bi tuti betul betul hampir telanjang tidur telentang di hadapanku..
Ahh baru pertama kali dalam hidupku menyaksikan hal seperti ini.. BH bi tuti nampak sempit sekali menutupi buah dadanya yang padat dan berisi.. Aku perhatikan buah dadanya.. naik turun.. dan kulihat ternyata BH tersebut punya kancing cantel dua buah di depannya pas di tengah-tengah di depan belahan dada tersebut.. dengan agak gemetar aku pelan-pelan buka cantelan itu.. satu lepas.. dan waktu mau buka yang satu lagi bi tuti bergerak.. wah aku kaget sekali.. tapi dia tidak bangun kali lagi mimpi..lalu aku memberanikan lagi membuka cantelan yang satu lagi.. dan akhirnya terbuka..
Aduh susunya indah sekali bentuknya besar hampir satu setengah kali bola tenis kali.. terus warna pentilnya agak merah muda.. bentuk susunya betul-betul bulat.. menonjol kedepan.. Aku pandangi terus kedua buah dada tersebut ..indah sekali.. apalagi bi tuti pakai kalung tipis warna kuning emas dan liontinnya warna ungu itu pas deket buah dadanya.. serasi sekali..
Aku semakin bernafsu.. jantungku berdetak kencang sekali.. ingin rasanya meremas buah dada tersebut tapi takut bi tuti bangun dan apa yang harus kulakukan bila dia bangun.. aku mulai takut saat itu.. akan tetapi hawa nafsuku sudah memuncak saat itu. hingga lupa ama rasa malu tersebut.. kini bi tuti sudah setengah telanjang.. tinggal celana dalamnya saja.. aku ingin tahu juga kayak apa sih yang namanya vagina itu.. terus terang aku seumur itu belum pernah melihat vagina asli kecuali di foto..
dengan sedikit agak nekat aku mencoba menyentuh vagina yang masih terbungkus cd itu ternyata rasanya empuk tpi tiba2 bi tutik menggeliat hingga aku langsung kabur menuju kamarku aku takut ketahuan aku langsung tidur. besoknya aku baru teringat bahwa bajunya bi tutik belum kurapikan , aku takut ketahuan . tapi ternyata bi tutik masih seperti biasanya oooh leganya aku.
Ketika pulang sekolah aku makin berani menggoda bibi . aku bergaya membantu bibi yang ada di dapur bi,gimana sih rasanya gituan itu ?
gituan gimana sih den?
kenthu<bersetubuh>
Ah aden kok ngomong gituan sich
Ya bi sebab kata temen 2 kenthu itu enak,akupun pernah melihat di film bf ceweknya juga kelihatan keenakan?
Makanya aden coba praktekin ke bibi ?katanya
Eh bibi tahu ya
Iya den
Jadi gimana nih bi boleh enggak?
Tanpa berkata kata dia pun mendekatiku lalu tanpa berkata apa2 diapun langsung menciumku akupun mencoba membalas dan tak berapa lama kamipun sudah sama telanjang . akupun terpana denganbentuk tubuh bibi aku melihat pemandangan yang sangat indah. Badan Bibi tuti terlihat jelas tubuhnya benar-benar terawat.Payudara dengan ukuran kurang lebih 36B masih terlihat kencang, pantat yang bulat dan berisi benar-benar membuat penisku langsung bangun dengan cepat.diapun berbaring dilantai sambil menggodaku
bibi melirik ke arah selangkanganku dan berkata, "Ndre, lumayan besar juga penis.
" Kok bengong aja? .."langsung ku cium
Ehhmmmm bibi tidak menolak, bahkan menyambut ciumanku. Tangan kirinya memeluk punggungku dan tangan kanannya di belakang kepalaku. Nafasnya terdengar memburu. Aku tidak lagi bertumpu pada lututku, tubuhku menindih tubuhnya. Menekan. Ia membuka kakinya. Aku menggeser tubuhku sehingga tepat di antara pahanya yang baru saja ia buka. Kelaminku yang keras tepat menindih selangkangannya. Kutekan. Nikmatnya!
Ehhhmmmmmm reaksinya atas aksiku.
Kami saling bermain lidah. Sedapnya!
Aku terengah-engah.
Dia tersengal-sengal.
Tangan kananku meremas dada kirinya. Besar, padat, dan kenyal! Ooooohhhh, aku melayang.
Tiba-tiba bibi melepas ciumanku.
Jangan di sini, den takut kakak aden datang katanya terputus-putus oleh nafasnya.
Tanpa menjawab aku mengangkat tubuhnya, kubopong ia ke kamarnya. Uuuuuhhh lenguhnya lagi.
Sebelum sampai ke ranjang, bibi minta turun. Berdiri di samping dipan. Aku memeluknya, dia menahan dadaku.
Kunci dulu pintunya Okey, beres
Kupeluk lagi dia. Dadanya merapat di dadaku.
aden, hhehhhhhhh katanya gemas seperti menahan sesuatu.
Kami berciuman lagi. Main lidah lagi.
Tangannya meremas-remas kelaminku
Eehhmmmmmm dengusnya
Ia mempermainkan penisku. Menggenggam, meremas.
Geli, geliii sekali.
Stop bibi, jangan sampai keluar. Aku ingin pengalaman baru, bibi. Ingin memasuki kelaminmu..sekarang!
Kutarik tangannya dari penisku. Untung bibi menurut. Aku tak jadi keluar
bibi memelukku. Meraih tangan kananku dan diarahkan ke vaginanya rambut-rambut itu terasa basah. Diajarinya aku bagaimana jariku harus bermain di sana : menggesek-gesek antara benjolan dan pintu basah itu.
Uuuuuuhhhhhh, aden..
Ditariknya aku ke ranjang. Ia merebahkan diri. Kakinya ditekuk lalu dibuka lebar. Dipegangnya kelaminku, ditariknya, ditempelkannya di selangkangan. Rasanya terlalu ke bawah. Ah, dia kan yang lebih tahu. Aku nurut saja. Tangannya pindah ke pantatku. Ditariknya aku mendekat tubuhnya. Sesuatu yang hangat terasa di ujung penisku.
Tangannya memegang penisku lagi. Belum masuk ternyata. Disapu-sapukannya kepala penisku di pintu itu. Sementara ia menggoyang pantatnya. Geliii, bibi. Aku manut saja seperti kerbau dicucuk hidung. Memang belum pengalaman! Didorongnya lagi pantatku. Meleset!
Pernah kupikir waktu pertama kali aku melihat kelamin bibi beberapa hari lalu
bibi membuka pahanya lebih lebar lagi, mengarahkan penisku lagi, dan aku sekarang yang mendorong. Kepalanya sudah separoh tenggelam, tapi macet!
Kelaminmu besar, sih!keluhnya. Padahal barusan ia mengaguminya.
Ia menggoyang pantatnya dan
bless. Masuk separoh.
Aaaaahhh teriak kami berbarengan. Terasa ada sesuatu yang menjepit penisku, hangat, enak!
Pantatnya bergoyang lagi, tumitnya mendorong pantatku.
Blesss..masuk lagi. Makin hangat, makin sedap, dan geli.
Goyang lagi, aku dorong sekarang. Masuk semuanya
Seedaaaaaaaaap!
bibi bergoyang.
Nikmaaaaaaaat!
bibi menjepit.
Geliiiiiiiiiiiiiiii!
Kutarik pelan. Terasa gesekan, enak. Ya, digesek begini enak. Tarik sedikit lagi, dan kudorong lagi.
Idiiiiiiiiiiih, sedaaaaapp aden bi tuti berteriak, agak keras.
Geli di ujung sana. Tariik, dorooong
Makin geli..
Geli sekali
Tak tahaaaaaann
Tahan dulu,
Tak mungkin, sudah geli sekali.lalu..
Aku melambung, melayang, melepas..
Aaaaaahhhhhhh teriakku. Nikmatnya sampai ke ubun-ubun.
Mengejang, melepas lagi, berdenyut, enak, melepas lagi, nikmat sekali..!
Genjot lagi teriaknya
Mana bisa.
Ayo
Aku sudah selesai!
Tante masih menggoyang
Aku ikut saja, pasif
aden, ..
bibi gelisah, goyangnya tak kubalas. Aku sudah selesai!
Eeeeeeeeehh keluhnya, sepertinya kecewa.
Bergerak-gerak tak karuan, menendang, menggeliat, gelisah..
Penisku mulai menurun, di dalam sana.
bibi berangsur diam, lalu sama sekali diam, kecewa.
Tinggal aku yang bingung.
dia lalu bangkit keluar kamar,akupun tertidur dikamarnya
Akupun terbangun ketika melihat bibi tidur tidak berselimut Posisi tidur bibi telentang dan bibi hanya memakai baju daster merah muda yang tipis. Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut, sehingga terlihat CD mini yang dikenakannya berwarna putih tipis, sehingga terlihat belahan kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan. Buah dada bibi yang tidak terlalu besar tapi padat itu terlihat samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan teratur.
Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat. Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri dengan gagahnya, siap tempur. Perlahan-lahan kuberjongkok di samping tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD. Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan juga bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.
Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan suaminya dahulu. Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan. Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu Penisku itu telah berdiri kencang. Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui, aku tahu hal tersebut dari film-film bf sekarang aku ingin memuaskan bibi. Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Dan kulepaskan cdnya
Hingga dia pun terbangun
Sebelum bertanya apa2 aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk badan dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan. Bibirku mencari bibinya, dan dengan gemas kulumat habis. Bibi pun menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut lidahku yang menari-nari di mulutnya.
Selang sejenak kuhentikan ciumanku itu.
Sambil memandang langsung ke dalam kedua matanya dengan mesra, aku berkata, Bii.. kamu cantik
Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak tergesa-gesa.
Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di samping bibi, sehingga bibi dapat melihat keseluruhan badanku yang telanjang itu.
Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya. Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang besar dan padat itu. Pada bagian ini mulutku melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.
Sementara aksiku sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya. Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus Bermain-main sebentar disini kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.
Pada bagian kemaluan bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya. Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepalaku, menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.
Keluhan panjang keluar dari mulutnya, Oohh.., aden.., oohh.. eunaakk.. aden..!wah ternyata berhasil ilmu yang kudapat dari bf
Sambil masih terus dengan kegiatanku itu, perlahan-lahan kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada sejajar dengan kepala bibi dan dengan setengah berjongkok. Posisi batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat. Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluru badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.
Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat . Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.
Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi ,mungkin karena udah pengalaman tadi . Amblas semua batangku.
Aahh..! terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut bibi.
Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa bibi sudah mau klimaks mungkin karena pemanasan mantab. Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang besar padat itu bergoyang-goyang di atasku.
Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul bibi yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku yang besar sebentar terlihat sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.
Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bibi terlihat senyuman puas.
aden., terima kasih den. Kau telah memberikan Bibi kepuasan sejati..!
Kamipun beristirahat sambil berpelukan dan akhirnya kamipun tertidur
Aku terbangun tapi Mataku masih terasa sangat berat untuk dibuka, namun suatu perasaan aneh menjalariku, rasa hangat dan nikmat di selangkanganku mulai menyerang, aku masih terpejam ..., entah siapa yang memainkan mulutnya di batang kemaluanku yang dengan cepat sudah kembali menegang, dan sejujurnya.., aku tidak peduli. Namun rasa tidak peduli itu berubah ketika sebuah mulut hangat lainnya menelusuri dadaku, mengemut puting dadaku dan naik keatas lalu mencium mulutku, lidah kami bertautan dan saling mengisi rongga mulut masing-masing, tanganku bergerak memeluk tubuhnya dan ketika akhirnya kubuka mataku, kulihat bibi yang menciumku dengan hangatnya
bibi bergerak menurun dan menghisap dan memasukan batang kemaluanku ke dalam mulutnya
bibi pun menyodorkan vaginanya lalu kujilat dan kusedot sedot lalu dengan jariku 'kubelah' vaginanya dan lidahku masuk sedalam mungkin sesekali kusedot dan kuemut emut klitorisnya.
lalu jariku kumasukan ke vagina bibi dan klitorisnya kesedot, ku emut dan kuhisap dengan teratur, terasa lendirnya makin banyak memasuki mulutku dan desah serta erangannya semakin keras.
"Ahhs....ss....st...bibi ..keluar,,....ahhhh", lalu diapun menyedot kuat.hingga Aku yang tak tahan lagi akhirnya 'meledak' dengan dahsyatnya..."ahhh..st.........aaahhh......, hingga keluar di mulut bibi dan iapun menelannya.kami pun tidur terlentang
Apa bibi tidak jijik menelan itu?
Enggak kok den katanya bisa bikin awet muda"sahutnya
Lalu kami beranjak dan menuju kamar mandi kamipun mandi bersamakamipun saling menyabuni setelah selesai mandi akupun menyiapkan peralatan sekolah sedangkan bibi menyiapkan sarapan.ketika aku kedapur
bi udah siap makanannya
Udah den
Lho bi ,mana kakak kok enggak ikut sarapan"
Mungkin belum bangun den"
Lalu ia pergi ke kamar kakak
Takberapa lama kamipun sarapan lalu berangkat ke sekolah.
Pulang sekolah aku menyewa kaset bf di rental langgananku
Akupun segera menontonnya disana ada adegan anal akupun ingin mencobanya pada bibi
Akupun beristirahat untuk mempersiapkan nanti malam
Sorenya aku bangun dan mencari kakak ku ternyata di kamar dia tidak ada lalu kutanyakan ke bibi ,katabibi kakak nginap ke rumah temannya.aku segera mandi dan mengajak dia makan . keika bibi kedapur kususul dia langsung kupeluk dia bibi tidak kaget dan langsung menyambar bibirku dengan penuh gairah
"Hmm.." suara bibi melumat bibirku.
Kedua tangannya sudah melingkar di pinggulku, sehingga bongkahan daging kembar didadanya terasa menekan bidang dadaku. Bibi tuti semakin merapatkan pelukannya sehingga aku menerka, bibi tidak menggunakan bra dibalik dasternya.
Lidahnya semakin bernafsu mencari-cari lidahku, hingga aku sempat tersengal saat lidahku dihisap dalam-dalam. Sesekali telapak tangannya dengan jari-jari nya yang lentik, meremas kedua bongkahan daging pantatku. Dan jujur saja hal itu menimbulkan rangsangan yang luar biasa, syaraf kelaki-lakianku sepontan melonjak di ubun-ubun. Aku semakin terbawa aliran nafsu yang sudah dialirkan oleh bibi, tanganku bergerak begitu lincahnya seakan mempunyai sepasang mata yang bisa melihat bagian-bagian sensasional yang perlu di remas.
Sesekali tanganku mulai mengelus permukaan buah dada bibi dari luar dasternya, aku rasakan betul bahwa wanita ini benar-benar sudah terangsang hebat. Terbukti saat jariku memilin-milin puntingnya, begitu keras dan kencang berdiri. Tanganku berpindah-pindah dari buah dada, pinggul dan pantat bibi sesekali aku remas seolah tidak terima dengan remasan jarinya dipantatku sebelumnya. LIdah dan bibir bibi menari-nari diseluruh permukaan aku, semakin panas dan menjadi saat jariku mulai menarik ke atas daster nya
Jariku dengan lihai meremas dan mengelus permukaan pantat nya, sesekali aku menyisipkan jari telunjukku di tengah bongkahan pantatnya.
"Aakhh.. Den.." rintihnya saat jari telunjukku, aku mainkan pada lubang analnya
"Ohh.. Den.. bibi nggak tahan.." katanya merintih.
Sambil berkata demikian, wanita tersebut menekan pundakku supaya jongkok menghadap selangkangannya. Aku tahu persis dengan apa yang diharapakan bibi, lidahku mulai menjilati lutut wanita itu yang masih dalam posisi berdiri. Jilatanku semakin menjadi dan menuju ke pangkal paha bibi tuti, tanganku tidak ada hentinya meremas, pantatnya yang masih kencang.
Tidak terlalu sulit untuk menyingkap daster yang dikenakan bibi karena wanita tersebut membantu mengangkat bagian depan dasternya. Sehingga nampak jelas 'hutan lebat' yang tumbuh di tengah selangkangan wanita tersebut bagian tengahnya sudah basah dengan lendir yang keluar dari lubang kewanitaanya saat kamu bercumbu sebelumya. Ternyata dari tadi bibi sudah tidak mengenakan bra maupun CD dan sepertinya wanita ini sudah merencanakan hal ini terjadi.
"Akkhh.. Aaowww.." rintihnya ketika lidahku mulai mendarat dipermukaan bibir vaginanya. LIdahku menari-nari bagaikan tarian tanggo argentina dipermukaan bibir vaginya.
"Okkhh.. Teruss.. aden.. Hisaapp saayaanngg," rintihnya.
Rintihan bibituti membuat aku semakin berani memerankan lidahku dalam menjelajahi lubang vaginanya. Wanita itu membuka lebar-lebar kakinya, sehingga memudahkan aku untuk mengocok, menghisap, dan menjilat vaginanya yang mulai basah dibanjiri lendir kenikmatan dari lubang vaginanya.
Aku melihat, jelas bibi tuti menggunakan kedua tangannya untuk meremas, mengusap dan menekan buah dadanya. Sesekali jarinya yang lentik, memainkan puntingnya yang semakin kencang. Saat wanita itu sibuk dengan aktivitas tangannya, aku mencoba memberikan sentuhan lain dalam bercinta. Aku merubah posisiku yang awalnya jongkok di depan selangkangannya, aku segera merangkak diantara kedua kakinya yang sedang terbuka lebar. Sehingga sekarang aku berjongkok di belakang pantat nya.
"Aauughh.. Sss.." rintihnya ketika lidahku mulai mendarat dipermukaan pantatnya. Aku segera menyibak kedua bongkahan pantat, dan nampak jelas lubang analnya yang begitu bersih.
"Akkhh.. aden.. Kaamuu ," rintih wainta itu kembali.
Lidahku langsung menjilati lubang anal bibi, dan seperti yang sudah aku dapatkan tentang pengetahuan dari buku-buku maupun film BF yang aku tonton. Ternyata lubang anal juga merupakan bagian yang paling sensitif bagi kaum hawa, dan itu terbukti dengan menggeliatnya tubuhnya ketika lidahku manari-nari dilubang analnya.
"Den.. Sss.." desahnya
Jari telunjukku berputar-putar sesaat di permukaan clitorisnya dan beberapa saat kemudian, jari tengahku mulai bergerak keluar masuk dilubang vaginanya.
"Ohh.. Tteruuss.. bibi.. mau dappet.." katanya liar.
Sesaat kemudian aku kembali merubah posisiku semula, kedua tangannya menahan tubuhnya di permukaan kulkas. Sedangkan kedua kakinya terbuka lebar, sehingga dengan mudah lidahku menari-nari di ujung clitorisnya. Semakin kencang desahannya semakin lair pula lidahku menjilati clitorisnya. Jari telunjukku, yang sebelumnya terbenam pada lubang vaginanya, sekarang berbalik terbenam dilubang anal bibi.
Tubuhnya semakin bergerak tidak beraturan, naik-turun, maju-mundur, mengikuti aktivitas ganasnya lidahku.
"aden.. bibi.. Keellu.. arr aagghh" rintihnya panjang.
Bersamaan dengan rintihan panjang, kedua pahanya terasa menggapit kepalaku sehingga aku tidak mendengar desahan panjangnya. Dan disaat itu pula aku rasakan lelehan lendir yang begitu banyak dari lubang kewanitaannya. Aku tidak menghentikan aktivitasku, bahkan aku berusaha membuat bibituti bisa menikmati jilatan lidahku untuk membersihkan lendir yang baru saja dikeluarkan.
Disaat aku sedang asyik menikmati vaginanya yang masih basah, tiba-tiba aku dikejutkan dengan tangan bibi yang mengangkat pundakku.
bibi mengeluarkan penisku dari celanaku. Bagaikan di sebuah film BF yang pernah aku lihat, dengan pakaian kerja kantor lengkap dengan dasi yang aku kenakan, bibi hanya mengeluarkan penisku dari resleting celanaku saja.
"Hmm.. Kamu memang jantan deny.." puji bibi sambil mengelus penisku.
Bersamaan dengan hal itu, aku merasakan gesekan tangannya yang halus dipermukaan batang penisku. Sehingga hal itu menimbulkan rangsangan yang luas biasa. Sedetik kemudian, aku hanya bisa merem melek menikmati kuluman bibirnya. Seluruh batang kemaluanku seperti ditelan habis dalam mulut , sesekali lidahnya yang nakal menjilati 'kepala' penisku.
"Akhh.. bituti.. Hisap terus.. Sss" rintihku dalam.
Bagikan melayang aku dibuatnya, bibi memang mempunyai keahlian dalam oral sex. Terbukti semua hisiapan, kuluman, jilatan pada batang kemaluanku, nyaris tidak menyentuh giginya sama sekali. Aku sangat menikmati sekali perlakuannya pada batang kemaluanku, sehingga sentuhan lidahnya yang bertubi-tubi mendarat di batang kemaluanku semakin lama semakin menimbulkan rangsangan yang luar biasa.
Tiba-tiba bibi berdiri dari jongkoknya dan berkata..
"Deni.. bibi sudah nggak tahan" katanya lirih.
Sambil berkata demikian bibi membalikkan tubuhnya dan bersandar dipinggir meja makan.
"Ooo..h" mata nya mendelik dan bibirnya mendesah hebat saat penisku yang kekar mulai menembus vaginanya yang mulai dibasahi dengan cairan disekitar vaginanya.
"aden.. Ookkh.. Jangan.. Permainkan akuu.. Uughh" rintihnya.
Aku sengaja mengendalikan permainan dengan jalan hanya menggerakkan keluar masuk kepala penisku, sehingga bibi meronta penasaran.
"Saayangg.. Masukkan semuuaa.. Aakuu peenggen.." rintihnya kembali.
Seketika itu aku langsung menancapkan seluruh batang kemaluanku sampai menthok dalam vaginanya.
"Oookkhh.." untuk kesekian kalinya bibi merintih.
Aku menggerakkan pinggulku berputar-putar tanpa menggerakkan keluar masuk penisku dalam lubang vaginanya. Kedua tanganku mengunci pinggul bibi, sehingga wanita tersebut hanya bisa merem melek, mendesah, merintih kenikmatan.
"Akkh.. Deni.. Nikmaatt sekali.. Sss.." desahnya.
Dengan perlahan dan penuh perasaan, aku merubah gerakan penisku dalam vaginanya. Bagaikan goyangan patah-patah Anisa Bahar, aku menggerakan batang penisku dan ternyata gerakkan itu membuatnya menggerinjang hebat.
"Deni.. Terruss.. Teruss.. Saayang.. Jangaan.. Berhenti.. Oohhkk" celotehnya.
Disela rintihannya, ini kesempatanku untuk merangsang lubang analnya. Dengan bantuan beberapa cairan yang sudah membasahi pahanya, aku mengoleskan cairan tersebut disekitar lubang analnya.
Seakan tenggelam dalam kenikmatan penisku yang mengoyak, menghujam dan menerobos dinding vaginanya, T tidak merasakan jika ibu jariku juga sudah mulai mengoyak lubang analnya.
"Slleepp.." suara ibu jariku menyelinap di lubang analnya.
Lengkaplah sudah permainan sex ku dengan bibi, kedua lubang miliknya sudah terkoyak oleh penis dan ibu jariku. Beberapa saat kemudian, aku menggerakkan frontal penisku untuk mengoyak lubang vagina nya karena aku melihat indikasi wanita tersebut akan mendapatkan orgasmenya yang kedua. Begitu banyaknya cairan yang meleleh keluar dari lubang vaginanya. Gerakan penis dan ibu jariku, bergantian keluar masuk pada kedua lubangnya.
"aden.. Deni.. bibi.. Mau.. kelluuaar.." rintihnya hebat.
"Okkhh.. Nikmat.. Jangan.. Jangan.. Dilepas.. Sss.."
"aah.. Deni.. aaadeen.. Aaakhh" teriaknya.
Kedua tangannya mencengkeram pinggir meja makan, sedangkan bibirnya tidak berhenti mendesah dan merintih. Sesekali bibir bawahnya digigit, sehingga pemandangan tersebut benar-benar membuat birahiku bergolak. Kadua kaki yang jenjang, ditutup rapat seakan-akan tidak mau melepaskan penisku yang masih terbenam dalam vaginanya.
"Ohh.. .. Kamu hebat banget.." puji nya.
"Ccplok.. Cplok.. Crek.. Crek.." suara gerakan batang penisku yang masih bergerak maju mundur membuat kedua kakinya mengejang hebat.
Aku membiarkannya menikmati orgasmenya yang kedua, dan disaat wanita itu masih menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasmenya dia tidak menyadari jika ibu jariku masih terbenam dalam lubang analnya.
Aku segera mencabut batang penisku dari lubang kemaluan bibituti, dan setelah aku merasa lubang analnya sudah terbuka. Aku segera mengarahkan kepala penisku ke lubang anal bibi
"Aoowww.. aden.. Apa yang kamu lakukan..?" tanya nya sambil menoleh ke belakang.
"Tenang bibi.." jawabku singkat.
"Sreett.." kepala penisku mulai menerobos lubang analnya.
"Aoowww.. Sakiit.. aden" rintihnya sambbil memegang pantatnya sendiri.
"santai aja bibi.. Bentaran juga enak ok.." kataku menghibur.
"Ihh..sakiit.. Aaakhh" rintihnya kembali.
Dengan perlahan dan cm demi cm aku mulai memasukkan seluruh batang penisku di dalam lubang analnya.
"Ampunn.. aden.. Ssaakkiitt.." rintihnya.
Begitu aku merasakan seluruh batang penisku terbenam dalam lubang analnya, aku berusaha diam sejenak untuk memberikan kesempatan lubang analnya mengenal penisku.
Segera dengan perlahan aku mulai menggerakkan keluar masuk penisku.
"Akkhh.. Terruss.. aden tapi pelan " pintanya.
bibi mulai merasakan kenikmatan penisku yang mulai mengocok lubang analnya, sehingga rintihan kesakitan berubah menjadi rintihan kenikmatan. Aku semakin berani berimprovisasi di lubang analnya, seperti halnya aku mengoyak lubang vaginanya.
"Okhh.. .. Hebbatt.. adennnn.. Jangan berhenti.." rintihnya.
Tanpa aku sadari kapan bibi memasukkan jarinya ke dalam lubang vaginanya, wanita setengah baya tersebut berusaha mengejar orgasmenya yang ketiga. Aku merasakan kerjaku tidak banyak karena bibi mambantu untuk mengocok vaginanya, sehingga aku berkonsentrasi penuh menikmati lubang anal bibi.
"bibi.. aku.. Mau.. Keluar.." rintihku.
"Iyaa.. Sayangg.. Kita keluar.. Sama-sama.. Ookkh" rintihnya.
Gerakankan aku semakin tidak terkontrol dalam lubang anal nya dan jari wanita tersebut juga sedang bekerja meraih orgasme yang berikutnya. Aku merasakan ada sesuatu yang akan menyembur dari penisku, gesekan dinding lubang analnya membuat kenikmatan yang luar biasa.
"Oookkhh.. .. aDeen keluar.. .?" tanyaku merintih
"bibi.. Aku.. Nggak taahaann.." rintihku.
"Iya.. iyaa.. bibi juga.. .. Aaakhh"
"Okhh.." rintihan panjang kami berdua mengakhiri permainan sex di dapur rumahku.
"Crut.. Crut.. Crut.. Crut.." beberapa semburan spermaku dalam lubang analnya dan sebaliknya lubang vagina bibi mengeluarkan banyak cairan yang membasahi kedua pahanya. Beberapa tetes spermaku jatuh ke lantai bibi.
Sesaat kemudian bibi membalikkan tubuhnya dan berkata..
akh aden ternyata enak banget klu lewat anus
Emang bibi pernah
Enggak den tadi waktu bersihin kamarnya aden aku melihat tv aden masih menyala dan disana ada adegan lewat belakang kok wanitanya kelihatan enak banget
Lalu kami sama 2 mandi kemudian kami tidur bersama






